Radar Jember - Jarak antara Jember dengan Kecamatan Kalisat tidak begitu jauh, sekitar 30 menit waktu yang dibutuhkan.
Walau begitu masih ada SD yang minim peminatnya. Seperti SDN Sumber Ketempa 04, Kecamatan Kalisat yang jumlah siswanya hanya 22 saja.
Pagi itu, suasana SDN Sumber Ketempa 04, Kecamatan Kalisat, tampak berbeda dari biasanya.
Di halaman sekolah sederhana yang berada di pinggiran tersebut, puluhan wajah kecil berdiri berjejer rapi.
Sebanyak 22 siswa, mulai kelas I hingga kelas VI, bersama para guru, menyambut kedatangan tamu dengan senyum semringah.
Mereka berdiri di depan teras ruang kelas dan ruang guru, menanti mobil yang sejak beberapa hari lalu telah mereka dengar kabarnya.
Sekitar pukul 08.30, sebuah mobil Strada memasuki halaman sekolah.
Kepala SDN Sumber Ketempa 04 Jayadi bersama sejumlah guru segera mendekat.
Satu per satu guru menyalami Kapolsek Kalisat Iptu Ika Mufid Dati beserta anggota yang datang berkunjung.
Kedatangan rombongan Polsek Kalisat ke sekolah tersebut memang sudah diinformasikan sehari sebelumnya.
Bahkan, kabar itu telah sampai ke telinga para siswa sejak sepekan lalu. Tak heran jika sejak pagi anak-anak tampak antusias.
“Anak-anak sudah senang sejak seminggu lalu, karena Kapolsek menghubungi lewat HP. Informasi itu kami sampaikan ke siswa, yang jumlahnya hanya 22 anak,” ujar Jayadi.
Ia mengaku sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan Kapolsek dan jajarannya.
Menurutnya, selama ini pihak kepolisian menjadi salah satu institusi yang rutin mengunjungi sekolah dan memberikan bantuan berupa alat tulis.
“Total sebenarnya dari kelas I sampai VI itu 20 siswa, tapi ketambahan dua siswa titipan, karena belum cukup umur,” paparnya.
Walau di sekitar SDN Sumber Ketempa 04 tersebut ada dua sekolah swasta lainnya, Jayadi masih bersyukur.
Sebab, masih ada masyarakat yang mempercayakan buah hatinya untuk belajar di SDN Sumber Ketempa 04.
“Sebagian besar orang tua siswa merupakan alumnus SDN Sumber Ketempa 04,” ungkapnya.
Kapolsek Kalisat Iptu Ika Mufid Dati mengatakan, kehadiran polisi di sekolah bertujuan untuk mendekatkan diri dengan anak-anak. Menurutnya, polisi adalah sahabat anak dan mitra masyarakat.
“Kami ingin lebih dekat dengan anak-anak. Kedatangan kami ke sekolah ini diharapkan bisa menjadi inspirasi dan motivasi agar mereka lebih giat belajar dan semangat sekolah,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek dan anggota juga mengajak siswa bermain game edukatif.
Anak-anak kemudian diminta menuliskan cita-cita mereka di tangan masing-masing. Hasilnya, banyak yang bercita-cita menjadi polisi, guru, hingga tentara.
“Saya ingin terus memotivasi siswa yang sekolahnya berada di pinggiran. Mereka juga punya mimpi untuk sukses. Mereka harus tetap semangat belajar, begitu juga para guru,” kata Mufid.
Ia juga berpesan agar anak-anak bisa membagi waktu antara bermain dan belajar.
Menurutnya, kunci kesuksesan adalah jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, Polsek Kalisat menyerahkan bantuan berupa 22 tas sekolah lengkap dengan alat tulis, serta bola untuk kegiatan olahraga siswa.
Salah satu siswa kelas II, Hildan, mengaku sangat senang menerima tas baru tersebut.
“Saya tidak menyangka dapat tas baru lengkap dengan buku dan alat tulis. Ada juga kaus kaki,” ujar Hildan, yang bercita-cita ingin menjadi dokter. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh