SUKORENO, Radar Jember – Memanggil spesialis pemecah batu dari Banyuwangi, rupanya masih buntu. Sebab, batu tersebut masih tetap di tengah jalan penghubung Desa Sukereno dengan Gumuksari, Kecamatan Kalisat, kemarin (21/1).
“Orang yang sempat memecah batu itu sekarang sudah tidak bekerja lagi. Mungkin tidak kuat kalau harus bekerja sendirian. Jadi proses pemecahan hanya berlangsung satu hari,” ujar Samsul, warga sekitar.
Menurutnya, apabila batu tersebut tidak segera dievakuasi, kendaraan roda empat maupun truk terpaksa harus memutar dengan jarak yang lebih jauh.
Kondisi ini dinilai cukup merepotkan warga dan pengguna jalan lainnya.
Kapolsek Kalisat Iptu Ika Mufid Dati mengimbau pengendara sepeda motor agar lebih berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut, terlebih kondisi cuaca masih sering diguyur hujan.
“Pengendara roda dua agar bergantian saat melintas dan tidak saling berebut. Perhatikan kondisi di sekitar sebelum melintas,” katanya.
Mufid menambahkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Jember untuk mencari solusi terbaik terkait proses evakuasi lanjutan.
Pasalnya, upaya pemecahan manual sementara ini terhenti.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melintas pada malam hari.
Sebab, di sekitar lokasi tidak terdapat penerangan jalan yang memadai, sehingga rawan kecelakaan.
Diketahui, batu besar tersebut jatuh dari atas gumuk pada Jumat (16/1).
Karena sulit dievakuasi dan dikhawatirkan memicu longsor susulan apabila menggunakan alat berat, pihak desa memilih alternatif pemecahan manual dengan mendatangkan tenaga spesialis.
Pemecah batu yang bekerja sendiri dengan mengandalkan bor, pasak baja, dan palu. Bahkan, juga sempat berhasil memecah sebagai batu tersebut. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi