Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ardi Pujo Prabowo Resmi Pimpin Dekopinda Jember, Fokus Advokasi dan Digitalisasi Koperasi

Sidkin • Rabu, 21 Januari 2026 | 06:45 WIB
TERPILIH: Ardi Pujo Prabowo (tengah) menerima bendera pataka koperasi seusai ditetapkan sebagai Ketua Dekopinda Jember terpilih, di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin.
TERPILIH: Ardi Pujo Prabowo (tengah) menerima bendera pataka koperasi seusai ditetapkan sebagai Ketua Dekopinda Jember terpilih, di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin.

Radar Jember - Semangat pembaruan gerakan koperasi menguat seiring terbentuknya kepengurusan baru Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Jember.

Harapan agar koperasi lebih adaptif, inovatif, dan modern kembali mengemuka, terutama di tengah tumbuhnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Musyawarah Daerah Dekopinda yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha kemarin pun menjadi penanda arah baru gerakan koperasi di Jember.

Dari forum tersebut, Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo terpilih sebagai Ketua Dekopinda Jember periode 2026–2031.

Ketua Dekopinda Jember terpilih Ardi Pujo Prabowo menegaskan, kepengurusan baru akan bekerja lebih dekat dengan kebutuhan koperasi di lapangan.

Program lama yang dinilai efektif tetap dilanjutkan, dengan penajaman pada fungsi advokasi dan pendampingan koperasi, khususnya KDKMP.

Advokasi tersebut menjadi mandat pemerintah pusat yang harus dijalankan secara serius dan berkelanjutan.

“Prioritas kami memberikan advokasi dan pendampingan kepada KDKMP. Karena itu amanah dan tugas yang harus kami jalankan,” kata Ardi.

Selain advokasi, arah pengembangan koperasi juga diarahkan agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan daya saing koperasi.

Ardi menilai, keterlibatan media dan kreator konten penting untuk membangun ekosistem koperasi yang lebih dikenal dan relevan.

Dengan kolaborasi lintas sektor, koperasi diharapkan mampu menjangkau generasi muda.

“Di era digital ini, kami akan mengoptimalkan digitalisasi dan menggandeng media serta konten kreator untuk menguatkan koperasi di Jember,” ujarnya.

Secara organisasi, kepengurusan baru akan segera membentuk tim formatur dan menyusun sembilan bidang strategis.

Bidang-bidang tersebut menyentuh berbagai sektor, mulai UMKM, koperasi desa dan kelurahan, hingga ketahanan pangan.

Ardi menegaskan, kepengurusan baru memilih bekerja bertahap namun terukur dengan target yang jelas.

Pengawasan juga akan dilakukan terhadap berbagai jenis koperasi, tidak hanya KDKMP.

Ketua Dekopinwil Jawa Timur Slamet Sutanto menilai kepengurusan baru Dekopinda Jember menghadapi tantangan besar.

Ia menyebut tiga isu utama yang harus dijawab, yakni regulasi, kompetisi, dan digitalisasi.

Menurutnya, koperasi harus disiapkan agar mampu bersaing dengan pelaku ekonomi lain.

“Tantangan itu hanya bisa dijawab dengan dukungan semua pihak serta kepemimpinan yang komunikatif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jember Sartini, menekankan, pentingnya transformasi koperasi agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

Koperasi dituntut dikelola secara profesional dan transparan tanpa meninggalkan jati dirinya.

Musda dinilai sebagai momentum refleksi sekaligus penyusunan strategi baru yang lebih adaptif dan progresif.

“Koperasi tidak boleh berjalan di tempat dan harus dikelola secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya,” pungkas Sartini. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #DPRD jember #Dekopinda #KDKMP