Radar Jember - Dua figur dari PDI Perjuangan resmi masuk bursa calon Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jember.
Mereka adalah mantan legislator DPRD Jember Agus Hadi Santoso dan Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto.
Keduanya telah dinyatakan lolos verifikasi dan menjadi calon ketua Pobsi Jember.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Muskab POBSI Jember, Andik Slamet, mengakui untuk calon ketua POBSI Jember terdapat dua sosok.
Yakni, Agus Hadi Santoso dan Candra Ary Fianto.
“Proses verifikasi sudah tuntas dan keduanya baik Agus dan Candra sama-sama menjadi calon ketua. Setelah itu, kedua akan kami panggil kembali,” paparnya.
Sementara, untuk Muskab POBSI yang salah satu agendanya pemilihan sosok ketua akan dilangsungkan 24 Januari nanti.
Diketahui, dalam muskab tersebut 14 klub yang memiliki suara. Sementara, dalam pendaftaran calon ketua tersebut, Agus Hadi membawa sembilan rekom dari klub biliar. Sedangkan, Candra, lima rekom.
Namun, kata Andik Slamet, dukungan berupa rekom tersebut bukan sebagai hasil akhir untuk menentukan siapa sosok ketua POBSI Jember.
“Surat dukungan atau rekom dari klub biliar itu hanya administrasi saja. Sebab, untuk mendaftar sebagai calon minimal didukung dua klub biliar. Nanti dalam proses pemilihan ketua bisa saja berubah dan bisa tidak,” terangnya.
Agus Hadi Santoso mendaftarkan diri lebih awal pada Rabu, 14 Januari.
Agus mengaku memiliki kedekatan emosional dengan olahraga biliar karena sejak lama aktif bermain dan mengikuti perkembangannya.
“Saya cukup lama akrab dengan biliar, jadi tahu karakter olahraga ini dan potensinya,” ujarnya.
Lebih dari sekadar hobi, Agus menegaskan niatnya maju untuk mendorong peningkatan prestasi biliar Jember.
Ia juga ingin meluruskan stigma negatif yang selama ini masih melekat pada olahraga tersebut.
Menurutnya, biliar kerap disalahpahami dan dikaitkan dengan hal-hal di luar olahraga.
“Masih ada anggapan biliar itu bukan olahraga, bahkan sering dikaitkan dengan hal negatif seperti judi. Itu yang ingin kami luruskan,” tegas Agus.
Sementara itu, Candra Ary Fianto menyerahkan berkas pencalonannya pada Sabtu, 17 Januari di Stadion Notohadinegoro.
Berkas tersebut diterima langsung oleh panitia dan dinyatakan lengkap secara administrasi.
Candra menyebut kecintaannya pada olahraga, khususnya biliar, menjadi alasan utama maju dalam bursa pemilihan.
“Sejak kecil saya sudah senang bermain biliar, bahkan sejak SD sudah mengenal olahraga ini,” kata Candra.
Candra menilai potensi atlet biliar di Jember sangat besar jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Ia menyinggung pengalaman Jember yang pernah memiliki atlet bertaraf internasional.
Namun akhirnya hengkang karena kurangnya perhatian dan pembinaan.
Menurutnya, hal itu harus dijawab dengan komunikasi yang baik antara pengurus, klub, atlet, dan orang tua.
“Atlet perlu merasa nyaman, termasuk dukungan fasilitas, pembinaan, dan insentif agar mau berprestasi di Jember,” ujarnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh