Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Belajar di Bawah Terik dan Hujan Berakhir, Kini Siswa SDN Plalangan 03 Jember Kembali ke Kelas yang Nyaman

Jumai RJ • Selasa, 20 Januari 2026 | 06:00 WIB
KEMBALI KE KELAS: Suasana KBM siswa SDN Plalangan 03, sebelumnya mereka sekolah di bawah tenda.
KEMBALI KE KELAS: Suasana KBM siswa SDN Plalangan 03, sebelumnya mereka sekolah di bawah tenda.

 

Radar Jember - Pagi itu, halaman SDN Plalangan 03 tak lagi dipenuhi dengan tenda berwarna oranye.

Anak-anak berseragam merah putih melangkah masuk ke ruang kelas dengan wajah ceria.

Ruang kelas baru dengan cat putih dan lantai keramik itu adalah sesuatu yang sudah lama mereka rindukan.

Setelah setahun belajar di bawah tenda darurat, akhirnya bangku kembali mengisi ruang kelas sekolah di Dusun Jambuan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat itu.

Sebanyak 80 siswa SDN Plalangan 03 kini bisa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruang kelas yang telah direhabilitasi.

Sebelumnya, sejak ambruknya bangunan sekolah pada Sabtu (23/11) 2024 lalu, seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 terpaksa meninggalkan ruang kelas demi keselamatan.

Kala itu, garis polisi dipasang di area bangunan yang roboh.

Guru dan siswa tak punya pilihan selain belajar di luar ruangan.

BPBD Kabupaten Jember kemudian mendirikan tenda di halaman sekolah sebagai ruang belajar sementara.

Namun, tenda tak pernah benar-benar ramah bagi proses belajar.

Saat matahari meninggi, hawa panas membuat siswa sulit berkonsentrasi.

Ketika hujan turun, lantai menjadi lembap dan basah. Meski begitu, KBM tetap berjalan, dengan segala keterbatasan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Plalangan 03, Retra, mengenang masa-masa sulit tersebut.

Empat kelas harus berbagi dua tenda, sementara dua kelas lainnya, kelas 1 dan kelas 6 menempati ruang perpustakaan sekolah.

“Alhamdulillah, sekarang semua ruang kelas, dari kelas 1 sampai kelas 6, termasuk ruang guru, sudah direvitalisasi secara utuh. Anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman,” ujar Retra.

Sejak Rabu (7/1), siswa resmi kembali menempati ruang kelas.

Dua tenda milik BPBD yang selama setahun menjadi saksi perjuangan belajar anak-anak pun dibongkar.

Kini yang tersisa adalah ruang kelas baru, semangat baru, dan harapan agar sekolah kembali menjadi tempat paling aman dan menyenangkan untuk belajar. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #KBM #belajar di tenda #gedung sekolah ambruk