Radar Jember - Konektivitas jalur udara dari Bandara Notohadinegoro Jember mengalami kemajuan cukup signifikan.
Dalam beberapa bulan terakhir, bandara kebanggaan warga Jember ini melayani penerbangan hingga lima kali.
Tiga kali rute Bali menggunakan Wings Air pada hari Senin, Rabu, dan Kamis.
Dan dua kali rute Jakarta menggunakan FlyJaya, pada hari Selasa dan Kamis.
Terkhusus rute ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Pemkab Jember memberikan subsidi ke pihak maskapai.
Kepala Dinas Perhubungan Jember Gatot Triyono menyebut, penyesuaian harga terbang ke ibu kota yang kini hanya dibanderol mulai Rp 1,4-1,5 juta.
Hal itu berangkat dari antusiasme masyarakat yang menginginkan penerbangan yang ramah di kantong.
Gatot menjelaskan, subsidi penerbangan sendiri merupakan dukungan anggaran dari pemerintah daerah kepada maskapai untuk membantu mengelola biaya operasional.
Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga, dan mempertahankan layanan penerbangan agar tetap terjangkau.
Skema ini sedikit berbeda dengan block seat, yang berupa dukungan pemerintah kepada maskapai untuk menjamin okupansi minimal dengan cara membeli atau menjamin sejumlah keterisian minimal kursi.
Meski begitu, Gatot tidak menyebutkan detail berapa nominal subsidi yang dikucurkan pemerintah daerah ke pihak maskapai.
Ia hanya memastikan, rute Jember-Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta ini diberlakukan dengan tarif tiket baru.
"Jumlah penumpang dari Jember ke Jakarta itu full, 70 orang. Dari Jakarta ke Jember 18 penumpang. Insya Allah dengan harga yang kompetitif sekarang okupansi naik dan stabil, ini sesuai dengan harapan masyarakat," tambah Gatot.
Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo menambahkan, mekanisme subsidi dari pemerintah daerah ke maskapai itu merupakan kelanjutan dari kerjasama antara Pemkab Jember dengan FlyJaya.
Meski juga tak menyebutkan pasti nominal anggaran yang dikucurkan, ia memastikan bahwa opsi tersebut itu yang terbaik saat ini.
"Kami di DPRD memberikan opsi yang terbaik (di dalam penganggaran APBD, Red)," imbuh Ardi. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh