Radar Jember – Memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada tahun ini menjadi target PMI Jember.
Bahkan, inginkan Jember dipercaya bisa melakukan pengolahan plasma darah.
Hal itu diketahui saat Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) PMI Jember, kemarin (14/1) di aula Hotel Rembangan.
Ketua PMI Jember Zainollah mengatakan, dalam perencanaan program ke depan, PMI Jember menaruh perhatian besar pada penguatan program CPOB.
Diketahui, CPOB adalah penerapan standar mutu ketat dari BPOM untuk memastikan produk darah aman dan efektif, mencakup seluruh proses dari donor hingga menjadi produk jadi (komponen darah).
Program CPOB, kata dia, juga mencakup pengolahan fraksionasi plasma darah yang dinilai strategis bagi pelayanan kesehatan.
Zainollah menyebut, PMI Jember menargetkan mampu memperoleh sertifikasi CPOB pada 2026.
“Kami ingin Jember menjadi daerah yang dipercaya dalam pengolahan plasma darah,” katanya.
Ia menambahkan, program CPOB tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas layanan darah, tetapi juga membuka peluang penguatan kemandirian organisasi.
Pengolahan plasma darah dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah dan Unit Donor Darah (UDD).
Bahkan, kerja sama tersebut melibatkan mitra dari luar negeri.
“Program ini penting karena manfaatnya luas, baik bagi pelayanan kesehatan maupun penguatan PMI,” ucap Zainollah.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jember Ratno Cahyadi Sembodo menyampaikan, Pemkab Jember berkomitmen mendukung penuh seluruh program kerja PMI.
Dukungan tersebut sejalan dengan program Universal Health Coverage (UHC) yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait di bidang kesehatan.
Ia menilai, meningkatnya layanan kesehatan akan berbanding lurus dengan kebutuhan darah.
“Karena itu pemerintah akan terus mendukung PMI, terutama unit donor darah yang sangat vital dan strategis,” katanya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh