Radar Jember - Mengajarkan cara membaca nyaring kepada anak ditegaskan sebagai bagian penting dalam pola pengasuhan di keluarga.
Kebiasaan sederhana ini dinilai memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan bahasa, emosi, dan kedekatan antara ibu dan anak sejak usia dini.
Dalam praktiknya, membaca nyaring tidak hanya memperkenalkan anak pada buku, tetapi juga membangun komunikasi dua arah.
Anak belajar mendengarkan, merespons cerita, serta mengekspresikan perasaan melalui dialog singkat yang muncul saat ibu membacakan cerita.
Ketua Read Aloud Jawa Timur, Ariani Safitri, menjelaskan, ibu memegang peran utama dalam menanamkan kebiasaan literasi di rumah.
Menurutnya, suara, intonasi, dan ekspresi saat membaca nyaring menjadi media belajar yang alami bagi anak.
“Melalui membaca nyaring, ibu bisa membangun kedekatan sekaligus menstimulasi kemampuan bahasa anak,” jelasnya.
Ariani menambahkan, membaca nyaring sebaiknya dilakukan secara konsisten tanpa tekanan.
Anak tidak dituntut langsung mampu membaca atau memahami seluruh isi cerita.
“Yang terpenting, anak merasa nyaman, tertarik, dan terbiasa berinteraksi dengan buku bersama orang tua,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Read Aloud Jember, Enny Tyasati, menjelaskan bahwa pada tahun ke-6 keberadaan Read Aloud Jember, kesadaran ibu-ibu terhadap pentingnya membaca nyaring terus menunjukkan tren positif.
Hal ini terlihat dari semakin banyak orang tua yang mulai menjadikan kegiatan membaca sebagai rutinitas di rumah.
“Antusiasme masyarakat, khususnya para ibu, cukup tinggi. Mereka mulai memahami bahwa mendampingi anak membaca sejak dini memberi dampak jangka panjang,” ujarnya.
Enny menilai, membaca nyaring juga membantu orang tua memahami karakter dan kebutuhan anak.
Di tengah maraknya penggunaan gawai, membaca nyaring dipandang sebagai cara sederhana untuk menghadirkan waktu berkualitas dalam keluarga.
Interaksi langsung antara ibu dan anak memberi ruang dialog yang tidak bisa digantikan oleh layar digital.
Melalui penguatan pemahaman ini, diharapkan para ibu semakin percaya diri menjalankan perannya sebagai pendamping utama literasi anak.
“Kebiasaan membaca nyaring dari rumah mampu membentuk anak yang komunikatif, berempati, dan memiliki dasar literasi yang kuat sejak dini,” pungkasnya. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh