Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ancaman Nyata di Bantaran Sungai Bedadung Jember, Tanah Warga Terus Ambrol Saat Banjir Datang

Jumai RJ • Jumat, 9 Januari 2026 | 06:05 WIB

BERBAHAYA: Tanah pekarangan milik warga di Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan tergerus tergerus sungai Bedadung.
BERBAHAYA: Tanah pekarangan milik warga di Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan tergerus tergerus sungai Bedadung.

Radar Jember - Curah hujan yang tinggi di wilayah Jember kerap membuat sungai di jember banjir.

Seperti Sungai Mayang dan sungai Bedadung yang mengarah ke pantai.

Nah, akibatnya banyak tanah pekarangan dan sawah milik warga ambrol tergerus banjir.

Seperti tanah yang ada di pinggir Sungai Mayang, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, ini.

Selain tanah sawah, pekarangan milik warga di pinggir sungai banyak yang ambrol.

Demikian juga dengan di pinggir sungai Bedadung.

Hari, warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan menyampaikan, tanah dan sawah milik warga di bantaran sungai di desanya dan warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger yang ambrol.

“Tanah milik warga di Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, awalnya luas kini menyempit. Banyak tanaman pohon jati dan pohon sengon yang roboh karena tanahnya tergerus air sungai,” ucapnya.

Dikatakan, banyaknya tanah yang ambrol yakni di tanah tempat belokan air sungai.

“Kalau sungainya lurus, jarang yang ambrol. Tapi karena ambrol, sungai di depan rumah saya yang awalnya lurus berbelok-belok,” katanya.

Bahkan, sungai pun seperti pindah.

"Aslinya sungai itu ada di sebelah barat, sekarang malah pindah ke timur. Akibatnya kalau sudah terjadi banjir menghantam bagian tebing sawah dan tebing jalan. Dulu, tahun 2004 banyak rumah warga yang ambrol," ucap Hari.

Menurutnya, abrasi di pinggir sungai sedikit demi sedikit, namun terus terjadi, karena banjir.

"Setiap hujan deras di bagian hulu sungai Bedadung selalu banjir. Akibatnya tanah pekarangan dan sawah ambrol. Lama-lama tanah dan sawah milik warga akan habis tergerus saat banjir," jelasnya.

Dia dan warga berharap agar ada penanganan, misalnya dibangun plengsengan. Ini agar tanah di pinggir sungai tidak terus ambrol.

Sungai akan bisa semakin lebar dan lahan warga menyempit. Bahkan, akses jalan juga bisa ikut ambrol. (jum/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sungai Bedadung #Jember #banjir luapan