Radar Jember – Warga yang Dusun Krajan RT 007 RW 002, Desa Tamansari, Kecamatan Mumbulsari, mendadak panik, Senin (5/1) malam.
Mobil pikap milik Sugiono, 45, meledak di halaman rumah Amir, 35, yang merupakan warga setempat.
Ledakan ini terjadi saat sopir Hadi melakukan pengecekan tali terpal penutup pepaya.
Insiden ini pun dikira bom hingga mengundang warga sekitar.
Ledakan itu terjadi sekitar pukul 18.30 atau ketika warga hendak salat Isya.
Tiba-tiba Mobil pikap jenis L300 bernopol P 8298 GI yang sarat muatan pepaya meledak hebat, di halaman rumah Amir.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun mobil pikap milik Sugiono, 45, warga setempat, itu rusak parah.
Sebagian muatan pepaya jenis california yang ada di atas pikap terlempar di halaman rumah Amir.
Kerasnya ledakan juga mengakibatkan mobil yang baru dibeli 5 bulan lalu itu rusak parah.
Bagian bak belakang samping kiri dan kanan rusak parah.
Bagian kabin pikap L300 termasuk kaca depan hancur.
“Saat terjadi ledakan, Hadi, warga Dusun Kawang, Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari sedang mengecek tali terpal penutup pepaya yang siap dikirim ke Semarang,” kata Kapolsek Mumbulsari AKP Facthur Rahman.
Terjadinya ledakan itu karena di sela-sela tumpukan pepaya yang hendak dikirim itu dipasang karbit.
Ini untuk mempercepat masaknya pepaya yang akan dikirim keluar kota.
Setelah pikap penuh dengan papaya, dengan berat sekitar 2 ton, kemudian ditutup menggunakan terpal dengan rapat.
Sedangkan di dalam tumpukan pepaya itu ada beberapa sap dan masing-masing sap dipasang jeriken bekas yang diisi karbit dan air.
Namun, pada saat sopir bernama Hadi, 35, warga Dusun Kawang, Desa Karangrejo, Kecamatan Mumbulsari, mengecek bagian tali terpal penutup papaya, tiba-tiba meledak.
Sopir ini selamat dan hanya mobil yang sudah penuh muatan pepaya itu rusak parah.
“Bak bagian samping kiri dan kanan hingga terlepas. Bagian kabin pikap yang masih baru empat bulan dibeli itu juga rusak,” kata Fathur.
Kerasnya ledakan selain merusak mobil milik pengepul pepaya itu, juga merusak bagian jendela musala dan jendela kaca rumah Amir.
“Di dalam tumpukan pepaya itu terdapat 6 jeriken ukuran 5 liter berisi air dan karbit,” ulasnya.
Sugiono, pemilik mobil pikap pengangkut pepaya mengaku di dalam pikap memang diisi karbit agar pepaya cepat masak.
“Setiap pengiriman pepaya selalu dipasangi karbit agar pepaya bisa masak sampai tujuan,” katanya.
Rencananya, dua ton pepaya jenis california itu hendak dikirim ke Semarang. Namun sebelum dikirim terjadi ledakan. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh