Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kabar Baik dari Jember, Siswa SDN Plalangan 03 Tinggalkan Tenda dan Belajar di Kelas Baru Mulai Besok

Jumai RJ • Selasa, 6 Januari 2026 | 06:15 WIB
TETAP SEMANGAT: Siswa kelas II SDN Plalangan 03, Kecamatan Kalisat masih belajar di tenda, kemarin. Rencananya, Rabu (7/1) besok, akan menempati ruang kelas baru yang sudah dibangun.
TETAP SEMANGAT: Siswa kelas II SDN Plalangan 03, Kecamatan Kalisat masih belajar di tenda, kemarin. Rencananya, Rabu (7/1) besok, akan menempati ruang kelas baru yang sudah dibangun.

Radar Jember – Kabar baik datang dari SDN Plalangan 03, Dusun Jambuan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat.

Bagaimana tidak, pascaambruknya ruang kelas pada 23 November 2024 silam, guru dan siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda milik BPBD Jember.

Nah, kemarin (5/1), ada kepastian bahwa mereka akan mulai belajar lagi kelas baru, hari Rabu (7/1) besok.

Seperti diketahui, dua tenda ukuran besar itu ditempati siswa kelas 2, 4, 5 dan 6.

Sedangkan siswa kelas 1 dan kelas 3 menempati ruang perpustakaan.

Kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat fasilitas sekolah tak bisa digunakan terutama ruang kelas.

Plt Kepala SDN Plalangan 03 Retra mengatakan, ruang kelas termasuk ruang guru mendapat perbaikan.

"Alhamdulillah setelah satu tahun seluruh kelas mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 dan ruang guru dapat revitalisasi. Selama setahun siswa dari empat kelas itu mengikuti KBM.di tenda milik BPBD Jember," katanya.

Rencananya, siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 akan menempati ruang kelas baru sesegera mungkin.

Insyaallah dua hari lagi. Hanya saja karena banyak bangku yang rusak dimakan rayap, maka nantinya lesehan dulu," ucap Retra.

Dari jumlah 80 siswa itu semuanya akan menempati ruang kelas yang baru diperbaiki.

“Rencana besok pagi Rabu (7/1) seluruh siswa sudah meninggalkan tenda. Anak siswa dan guru menyambut dengan senang ruang kelasnya selesai. Sehingga tidak lagi KBM di bawah tenda yang panas kalau siang hari. Kalau hujan bocor,” terang Retra.

Linda, guru kelas 2 mengaku senang setelah rehab ruang kelas selesai.

Sebab, ketika memberikan pembelajaran di bawah tenda, dinilai sulit konsentrasi.

Demikian juga dengan siswa yang merasa kurang nyaman. Ini dialaminya selama setahun bersama siswa.

Narli, siswa kelas 2, mengaku senang kalau nanti pindah di ruang kelas baru.

“Kalau di tenda, siang panas sekali, kalau hujan bocor. Apalagi bawahnya tanah, sepatu basah tanahnya becek," katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, bangku dan kursi di tenda itu banyak yang sudah lapuk.

Ini karena selama setahun lebih mereka KBM di tenda dengan lantai tanah.

Banyak pula bagian kaki meja dan kursi keropos dimakan rayap. (jum/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #belajar di tenda #sekolah rusak