Radar Jember - Masa libur Natal dan Tahun Baru memang sudah berlalu.
Namun, ancaman cuaca ekstrem belum sepenuhnya hilang.
Kondisi ini membuat aktivitas wisata tetap perlu kehati-hatian.
Terutama saat berkunjung ke destinasi alam yang tersebar di Jember.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Jember Bobby Arie Sandy, menyebut ada beberapa lokasi wisata yang rawan terdampak cuaca ekstrem.
Kawasan itu umumnya berada di lereng Pegunungan Hyang Argopuro, wilayah hulu sungai, serta destinasi di bantaran aliran sungai.
Ia mencontohkan sejumlah wisata yang terhubung langsung dengan Sungai Jompo.
Selain kawasan pegunungan dan sungai, pihaknya juga menaruh perhatian pada destinasi wisata pantai.
Menurutnya, karakter ombak di wilayah pesisir selatan dapat berubah secara tiba-tiba saat cuaca ekstrem.
Karena itu, wisatawan diminta tidak hanya berpatokan pada kondisi sesaat.
“Destinasi pantai juga perlu diwaspadai karena kondisi ombak yang bisa tiba-tiba besar. Namun jika memang aman silakan berwisata, tetapi itu harus berhati-hati,” kata Bobby.
Jember memang memiliki beragam destinasi wisata alam yang tersebar di berbagai kecamatan.
Di kawasan pegunungan terdapat Air Terjun Anugerah Tunjung Angin di Kecamatan Sukorambi, Air Terjun Tancak di Kecamatan Panti, hingga Kebun Teh Gunung Gambir di Kecamatan Sumberbaru.
Bobby menilai kekayaan wisata alam tersebut menjadi daya tarik utama daerah.
Namun ia mengingatkan bahwa lokasi-lokasi tersebut tetap memiliki potensi risiko saat cuaca tidak menentu.
Sementara untuk destinasi pantai, Jember memiliki deretan pantai selatan seperti Pancer, Paseban, Papuma, Watu Ulo, Payangan, hingga Bandealit.
Seluruh pantai itu menghadap langsung ke Samudra Hindia yang dikenal dengan ombak kuat.
Bobby meminta wisatawan mematuhi arahan petugas apabila kondisi alam tidak memungkinkan untuk beraktivitas.
“Ketika debit air sedang tinggi kalau memang tidak boleh masuk air, jangan masuk air. Kalau memang laut sedang tinggi tidak boleh berenang juga ikuti kata petugas,” tegasnya.
Ia mengingatkan, keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam berwisata.
Selain itu, pengunjung juga diminta ikut menjaga kebersihan kawasan wisata.
Bobby menilai kenyamanan destinasi tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga kesadaran wisatawan.
“Kami mengimbau ikuti arahan-arahan petugas yang ada di destinasi tersebut dan jaga kebersihannya,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh