Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Taklukkan Medan Ekstrem Bandealit, Nakes Jember Turun Langsung Jaga Wisatawan Saat Nataru

Sidkin • Jumat, 2 Januari 2026 | 09:52 WIB
LAYANAN LANGSUNG: Nakes Puskesmas Curahnongko memeriksa kesehatan pengunjung wisata di Pantai Bandealit, Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo, Minggu (28/12).
LAYANAN LANGSUNG: Nakes Puskesmas Curahnongko memeriksa kesehatan pengunjung wisata di Pantai Bandealit, Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo, Minggu (28/12).

Radar Jember - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama di lokasi wisata.

Di tengah keramaian itu, kehadiran layanan kesehatan menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Keselamatan dan rasa aman pengunjung harus tetap terjaga, di mana pun mereka berlibur.

Karena itulah, pelayanan kesehatan tidak hanya berhenti di pos pengamanan, tetapi juga menjangkau langsung titik-titik wisata.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember menerjunkan tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan selama masa Nataru di tujuh pos pelayanan dan pemantauan.

Tidak hanya bersiaga di posko yang didirikan bersama Polres, tim kesehatan juga turun langsung ke kawasan wisata pantai.

Pantai Bandealit di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, menjadi salah satu lokasi yang didatangi petugas dari Puskesmas Curahnongko.

“Kami hadir untuk memastikan pengunjung mendapatkan layanan kesehatan dasar hingga penanganan awal jika terjadi kondisi darurat,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember, Rachman Hidayat saat meninjau pelayanan kesehatan di tempat wisata dan pos pengamanan, Minggu (28/12).

Perjalanan menuju Pantai Bandealit bukanlah perkara mudah bagi tim medis.

Medan jalan yang berkelok, naik turun, berbatu, hingga berlumpur harus mereka lewati demi menjangkau masyarakat dan wisatawan.

Meski penuh tantangan, petugas tetap menjalankan tugas dengan semangat pengabdian.

“Aksesnya memang cukup berat, tetapi pelayanan kesehatan harus tetap sampai ke lokasi wisata,” kata Rachman.

Selain Bandealit, Dinkes juga melakukan pemantauan dan pelayanan di Pos Pengamanan Pantai Watu Ulo Ambulu.

Di pos ini, tenaga kesehatan disiagakan secara bergantian dari Puskesmas Lojejer, Ambulu, hingga Sabrang.

Petugas standby untuk melayani wisatawan di kawasan Watu Ulo, Papuma hingga Payangan, terutama pada puncak kunjungan libur.

“Kami menugaskan tenaga kesehatan untuk siap memberikan pelayanan, karena risiko kesehatan dan kecelakaan di kawasan pantai cukup tinggi,” ujarnya.

Setiap pos pelayanan, kata dia, diisi enam personel per hari yang dibagi dalam dua sif.

Setiap sif terdiri atas dua tenaga kesehatan, satu sopir, serta satu unit ambulans yang siap digunakan.

Koordinasi juga melibatkan seluruh fasilitas kesehatan di Jember, termasuk rumah sakit swasta.

“Semua kami libatkan agar pelayanan berjalan cepat dan terintegrasi,” katanya.

Menurutnya, petugas kesehatan telah dibekali peralatan dan kemampuan penanganan kegawatdaruratan, khususnya untuk kondisi di wilayah pantai.

Penanganan awal atau P3K menjadi fokus utama sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat jika diperlukan.

Dengan kesiapsiagaan ini, pihaknya berharap masyarakat dapat berlibur dengan lebih aman dan tenang.

“Jika ada kejadian darurat, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” pungkas Rachman. (kin/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#nataru #Jember #Dinkes Jember #Posko Nataru