Radar Jember - Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini terjadi di wilayah Kabupaten Jember.
Berdampak mengakibatkan banjir di beberapa kecamatan.
Seperti Kecamatan Sumberbaru, Kencong, Patrang, Pakusari, Kaliwates dan di wilayah Kecamatan lainnya.
Pihak paling terdampak akibat curah hujan ini yakni warga yang tinggal tidak jauh dari bantaran sungai atau berada di wilayah daerah aliran sungai (DAS).
Termasuk banjir yang terjadi di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti.
Hujan deras di bagian hulu lereng Argopuro, ini menyebabkan Sungai Petung banjir.
Sungai ini berbatasan dengan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari.
Meluapnya Sungai Petung hingga menggenangi rumah warga dan merusak saluran irigasi yang mengairi 8 hektare tanaman padi di Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti.
Agar tidak terjadi luapan lagi saat hujan deras, Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Jember langsung melakukan normalisasi.
Pasca-terjadinya banjir bandang akhir bulan Januari 2022 lalu, Sungai Petung terbelah menjadi dua, sehingga muncul sungai kembar.
Dampaknya, sungai baru kerap meluap dan membuat Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, sempat tergenang banjir.
Dinas PUBMSDA langsung menerjunkan alat berat untuk melakukan normalisasi Sungai Petung di sisi timur.
Karena setiap terjadi banjir air sungai mengarah ke sungai baru.
Dampaknya ke rumah warga yang ada di timur sungai.
Haris, 52, warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, mengaku setiap air sungai meluap selalu menjadi korban.
"Pokok kalau sudah hujan deras dan lama pasti air sungai meluap ke pekarangan dan halaman rumah," katanya.
Dengan gerak cepat dari DPUBMSDA melakukan normalisasi, Haris dan warga lainnya mengaku tidak lagi waswas.
“Semoga saja ke depan hujan tidak deras lagi. Karena biasanya hujan deras itu mulai bulan Desember hingga bulan Januari,” ulasnya.
Saat dilakukan normalisasi warga sekitar yang terdampak ikut membantu petugas yang melakukan pemasangan puluhan bronjong untuk penahan di bagian hulu.
Muhammad Yasin, pegawai DPUBMSDA Korsda Wilayah Rambipuji, mengatakan bahwa normalisasi Sungai Petung sudah selesai.
Termasuk pemasangan bronjong sepanjang 20 meter di bagian hulu pasangan yang ambrol terseret banjir, katanya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, normalisasi sungai menggunakan alat berat dan menutup sungai di sisi timur agar saat banjir air tidak meluap lagi.
Sementara sungai baru yang muncul setelah banjir bandang 2022 lalu masih ada.
Namun, batu besar dipinggirkan agar air sungai mengalir lancar. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh