Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Detik-Detik Plengsengan Jebol, Air Sungai Bedadung Jember Terjang Perumahan, Warga Hanya Bisa Selamatkan Dokumen

Sidkin • Rabu, 17 Desember 2025 | 13:10 WIB
BERBAHAYA: Plengsengan di pinggir Sungai Bedadung jebol, dan mulai diperbaiki, kemarin.
BERBAHAYA: Plengsengan di pinggir Sungai Bedadung jebol, dan mulai diperbaiki, kemarin.

Radar Jember - Banjir merendam puluhan rumah di Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

Air sungai meluap cepat dan masuk ke permukiman warga.

Ketinggian air bervariasi dari puluhan sentimeter hingga sekitar dua meter.

Sejumlah rumah dan perabotan warga mengalami kerusakan parah.

Banjir terjadi akibat luapan Sungai Bedadung yang berada tepat di sisi perumahan.

Tembok penahan dan plengsengan yang dibangun di bantaran sungai dilaporkan rusak hingga jebol, membuat air deras langsung mengalir ke rumah warga.

Kontur wilayah yang menurun dan berdekatan dengan sungai mempercepat genangan.

“Saat plengsengan ambrol, airnya deras dan langsung naik ke rumah-rumah warga,” ungkap Agus Hermanto, warga setempat.

Ia menceritakan detik-detik awal banjir saat dirinya masih berada di tempat kerja.

Ia mengaku dihubungi istrinya sekitar pukul 17.00 ketika air mulai membesar.

Dalam waktu kurang dari setengah jam, air sudah masuk ke rumah dan terus meninggi.

“Saya langsung izin pulang, mengungsi bersama tiga anak, hanya sempat menyelamatkan dokumen penting,” katanya.

Agus menyebut, saat kembali ke rumah, kondisi air masih setinggi setengah badan orang dewasa.

Menurutnya, banjir kali ini terasa lebih lama bertahan meski alirannya tidak terlalu deras.

Ia juga mengingat kejadian banjir pada 2021 yang sempat merusak tanggul, namun dampaknya tidak separah sekarang.

“Dulu sudah dibangun plengsengan dan tembok penahan sekitar satu meter, tapi sekarang rusak lagi,” imbuhnya.

Warga lain, Eko, mengaku baru mengetahui kondisi banjir saat masih bekerja.

Setelah pulang, ia hanya sempat menyelamatkan dokumen kependudukan sebelum mengungsi.

Ketika air surut dan kembali ke rumah, ia mendapati sejumlah barang elektronik hilang terbawa arus.

“Televisi hanyut, kulkas ditemukan di belakang rumah, empat pintu rumah juga rusak terbawa air,” kata Eko.

Eko menambahkan, saat banjir terjadi, arus air di sekitar rumahnya berputar cukup kuat.

Kondisi itu membuat banyak barang di dalam rumah terseret keluar.

Ia mencatat ketinggian air mencapai sekitar dua meter dan bertahan cukup lama sebelum akhirnya surut.

“Airnya seperti berpusar di dekat rumah, jadi barang-barang ikut terbawa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 13 Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Tri Wahyudi, menyampaikan sebanyak 65 rumah terdampak banjir.

Sekitar 250 jiwa, mulai balita hingga lansia, ikut terdampak dalam kejadian tersebut.

Meski banjir tahun ini lebih besar dibanding 2021, warga dinilai lebih sigap karena pengalaman sebelumnya.

“Banyak perabotan rumah tangga rusak, tapi alhamdulillah bantuan logistik dan air bersih sudah mulai diterima warga,” terangnya.

Sejak kemarin pagi, TNI/Polri bersama relawan dan warga gotong royong membersihkan rumah dan jalan dari lumpur dan sampah.

Armada tangki air Pemadam Kebakaran (Damkar) Jember juga turut dikerahkan untuk membantu pembersihan.

Dapur umum dan tenda terpantau telah berdiri sejak malam hari tak jauh di lokasi bencana.

Namun air bersih masih sulit didapat. Sebab PDAM maupun sumur pompa tak bisa digunakan.

Sehingga warga bergantung pada air bersih yang disediakan Pemkab melalui tangki air.

Dikonfirmasi, Owner Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Adim, menyampaikan, terjadinya banjir membuat pihak perumahan ikut peduli.

Menurutnya, warga yang terdampak diberi sembako.

“Selain itu, sekitar 40 bidang tanah yang sudah bersertifikat tidak dijadikan rumah. Kemudian untuk tembok pagar, kami jauhkan dari sungai,” ucapnya. (kin/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sungai Bedadung #Jember #banjir luapan