Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cuaca Ekstrem Menggila, 93 Bencana Terjadi di Jember Sepanjang 2025, Empat Orang Tewas

Sidkin • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:00 WIB
BERBAHAYA: Kondisi air di sungai Bedadung tepatnya di sekitar jembatan Geladak Kembar, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, terpantau besar kemarin (15/12).
BERBAHAYA: Kondisi air di sungai Bedadung tepatnya di sekitar jembatan Geladak Kembar, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, terpantau besar kemarin (15/12).

Radar Jember - Rentetan cuaca ekstrem sepanjang hampir satu tahun terakhir meninggalkan jejak kerusakan dan korban di berbagai sudut Jember.

Bahkan, kondisi Sungai Bedadung cukup besar dan berpotensi meluap, kemarin (15/12).

Untuk itu, gerak cepat pada kemungkinan-kemungkinan buruk perlu dilakukan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kawasan yang kemarin cukup terancam yakni di sekitar jembatan Geladak Kembar, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, serta di aliran Sungai Bedadung kawasan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, dan beberapa lokasi lain yang ada di pinggir sungai tersebut.

Bahkan, di beberapa lokasi terjadi banjir genangan.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, relawan, serta sejumlah warga pun lebih meningkatkan kewaspadaan selama air sungai besar.

Dari kawasan perkotaan hingga wilayah perbukitan dan pesisir, kemungkinan terjadinya bencana patut diwaspadai.

Apalagi, bencana telah datang silih berganti meski skalanya kecil, dengan pola yang kian sulit diprediksi.

Mulai dari angin kencang, banjir, hingga tanah longsor yang muncul hampir merata di semua kecamatan.

BPBD Jember mencatat, sepanjang Januari hingga November, sebanyak 93 kejadian bencana menyebabkan empat orang meninggal dunia terjadi di Kota Tembakau.

Data ini belum termasuk data mulai tanggal 1 sampai 15 Desember kemarin.

Namun, dari total kejadian tersebut, angin kencang menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan 40 insiden, disusul banjir sebanyak 21 kejadian.

Tanah longsor juga cukup mendominasi dengan 26 kejadian, terutama di wilayah dengan kontur perbukitan.

Selain itu, tercatat pula satu kali erupsi Gunung Raung, tiga kejadian gempa bumi, serta dua musibah kekeringan (detail lihat grafis, Red).

Dari kejadian itu, sebanyak 177 rumah warga mengalami kerusakan.

Sedangkan 4.216 kepala keluarga (KK) terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Wahyudi, menyebut, potensi bencana hampir tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Mulai banjir, puting beliung serta tanah longsor.

Menurutnya, wilayah Jember selatan memiliki ancaman tambahan karena berbatasan langsung dengan laut. “Karena daerah pesisir, hazatnya adalah tsunami,” kata Wahyudi.

Dalam penanganan bencana, BPBD tidak bekerja sendiri.

Ia menjelaskan, pihaknya bersinergi dengan berbagai unsur relawan dan lembaga kemanusiaan.

Seperti TNI-Polri, PMI hingga relawan bencana.

“Semua saling bahu membahu menangani bencana. Kolaborasi ini dilakukan mulai dari evakuasi hingga penyaluran logistik bagi warga terdampak,” terangnya.

Terkait penyebab bencana, Wahyudi menyoroti faktor perilaku manusia dan kondisi lingkungan.

Ia menyebut kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi pemicu banjir di sejumlah wilayah.

Selain itu, ia juga menyinggung maraknya penebangan pohon di kawasan pegunungan.

“Pohon itu dimanfaatkan oleh penduduk lokal. Jadi tanah jadi kosong, ini pemicunya tanah longsor sehingga butuh reboisasi lagi,” imbuhnya.

Seiring tingginya frekuensi kejadian tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengintai.

Curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi tanah labil berpotensi masih berlanjut.

Upaya mitigasi, kesiapsiagaan lingkungan, serta kepatuhan terhadap peringatan dini menjadi kunci untuk menekan risiko yang lebih besar ke depan. (kin/nur)

 Baca Juga: Langkah Strategis Gercep Pemkab Jember Dongkrak IPM, Siapkan Program Kejar Paket

BENCANA JEMBER, 1 JANUARI-30 NOVEMBER 2025:

Bencana dan Musibah

Bencana Alam

Jenis                                        Jumlah

Banjir/rob/abrasi                      12

Angin kencang                        40

Banjir                                      21

Erupsi Gunung                        1

Gempa bumi                            3

Kebakaran hutan/lahan           3

Kekeringan                              2

Tanah longsor                          26

Total                                       93

 

 

Musibah Lainnya

Jenis                                        Jumlah

Laka air                                   7

Kebakaran rumah                    40

Rumah roboh                          11

Pohon tumbang                       31

Kecelakaan kerja                     6

Orang tersambar petir             3

Rumah tersambar petir            2

Fasilitas umum rusak               1

Jumlah                                   101

 

Korban Bencana Alam:

Sebanyak 4 meninggal dan 9 luka-luka

 

Musibah Nonbencana:

Laka air, 7 meninggal dan 2 hilang

Kebakaran rumah 2 luka

Pohon tumbang, 1 meninggal, 3 luka

Tersambar petir, 1 meninggal, 1 luka

Kebakaran fasilitas umum, 16 luka

 

Rumah Ambruk/Roboh:

19 rusak ringan (RR), 16 rusak sedang (RS), dan 23 rusak berat (RB)

Total Rumah Rusak Akibat Bencana Alam (177 Unit):

130 rusak ringan, 24 rusak sedang, 23 rusak berat, dan 33 rumah rusak akibat kebakaran rumah.

Dampak Lain:

Sebanyak 4.216 KK terdampak dan 16 unit fasilitas umum rusak.

Sumber: BPBD Jembe

Editor : Imron Hidayatullahh
#BPBD Jember #Sungai Bedadung #Jember #Bencana #Luapan #Banjir #cuaca ekstrem