Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sungai Petung Dua Kali Meluap Sebulan Terakhir, DPUBMSDA Turunkan Ekskavator untuk Normalisasi Aliran

Jumai RJ • Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:20 WIB
NORMALISASI: Alat berat jenis excavator Dinas PU BMSDA Jember melakukan normalisasi Sungai Petung, di Desa Pakis, Kecamatan Bangsalsari, Jumat (12/12) siang.
NORMALISASI: Alat berat jenis excavator Dinas PU BMSDA Jember melakukan normalisasi Sungai Petung, di Desa Pakis, Kecamatan Bangsalsari, Jumat (12/12) siang.

Radar Jember - Hujan yang terjadi di bagian hulu sungai atau di kawasan lereng Argopuro mengakibatkan banjir di Sungai Petung, Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti.

Bahkan, air sungai beberapa kali meluap hingga menggenangi rumah warga yang ada di sekitar bantaran sungai.

Guna mencegah terjadinya banjir, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Jember menurunkan alat berat berupa ekskavator, Jumat (12/12).

Untuk menormalisasi saluran Sungai Petung.

Seperti diketahui, dalam sebulan terakhir ini terjadi dua kali banjir luapan Sungai Petung.

Hingga menggenangi rumah warga di sisi timur aliran sungai baru yang dulunya terbelah menjadi dua akibat banjir.

Meluapnya air sungai ke permukiman warga di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti.

Akibat banjir itu, air bercampur lumpur merusak saluran irigasi yang mengairi 8 hektare sawah yang ditanami padi.

Selain itu, banjir juga merusak puluhan bronjong yang terpasang di bagian hulu irigasi yang sudah terpasang cempolongnya.

Insiden itu terjadi pada Senin (10/11) dan Rabu (10/12), pukul 18.00.

Memang tak ada korban jiwa, namun warga sempat trauma karena Sungai Petung meluap.

Sebelumnya dua rumah warga yang ada di sekitar sungai pernah menjadi korban.

Dua rumah milik warga yang menjadi korban masing-masing rumah Haris, 52, dan rumah Mistiyono, 57, di lingkungan RT 007 RW 002 Dusun Pertelon, Desa Pakis.

"Banjir susulan yang kedua terjadi setelah hujan deras dan air mulai naik ke pekarangan pukul 18.00. Sebulan lalu, air bercampur lumpur juga naik setelah magrib. Banjir sudah naik ke halaman rumah," kata Haris, warga yang terdampak banjir setempat.

Dia pun khawatir, musim hujan ini masih ada yang besar dan banjir.

"Saya hanya khawatir terjadi banjir lagi, karena banjir bandang pernah terjadi pada akhir bulan Januari 2022 lalu. Apalagi dalam sebulan ini sejak bulan November dan Desember 2025 terjadi dua kali banjir. Harapannya tidak ada banjir," katanya.

Bahkan, sebulan lalu pasca banjir pertama sudah dilakukan pemasangan bronjong dan cempolong oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) Pakis dan Dinas PUBMSDA Jember bersama warga sekitar.

Namun, kembali dihantam banjir sehingga cempolong irigasi tertutup, bronjong rusak dan mengancam 8 hektare sawah milik warga.

Menurut Haris, dengan dilakukan normalisasi, sungai diharapkan tidak meluap lagi.

Kepala Desa Pakis Zaini mengaku dengan dilakukannya normalisasi Sungai Petung ini diharapkan tidak ada lagi banjir yang meluap.

“Mudah-mudahan saat terjadi banjir air tidak meluap ke rumah warga lagi,” ucapnya.

Menurutnya, banjir dua kali dalam sebulan terakhir membuat pekarangan rumah warga dipenuhi lumpur.

“Banjir dua kali itu masih sore, sehingga tidak sampai ada korban jiwa," pungkas Zaini. (jum/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#DPUBMSDA #Jember #sungai meluap #normalisasi sungai #Banjir #sungai petung