Radar Jember - Polemik mahalnya harga tiket masuk kawasan wisata Pantai Papuma juga pernah mencuat dalam rapat dengar pendapat di DPRD Jember.
Bahkan, harga tiket antara Papuma dengan Watu Ulo cukup jomplang.
Padahal, dua pantai tersebut bersebelahan.
Saat ini, tarif masuk Papuma dipatok Rp25 ribu per orang, sementara Tiket Pantai Watu Ulo sebesar Rp10 ribu.
Meski hanya dipisahkan bukit kecil dan berada di kawasan pesisir yang sama, pengunjung tetap wajib membayar dua kali jika ingin menikmati kedua destinasi itu.
“Papuma tiketnya Rp25 ribu, sedangkan Watu Ulo Rp10 ribu. Kami punya kesepahaman bahwa wisata Papuma dan Watu Ulo hari ini masih dianggap mahal karena tiketnya terpisah,” tegas Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ari Fianto dalam rapat, Oktober 2025 lalu.
Pihaknya juga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Jember segera menjalin kesepakatan bersama Perhutani maupun pihak pengelola Papuma, PT Palawi Risorsis.
Candra menegaskan bahwa kerja sama operasi (KSO) antara Pemkab Jember dengan Perhutani harus segera diprioritaskan.
Ia berharap sinergi tersebut dapat menciptakan pengelolaan wisata yang lebih terpadu, efisien, dan menguntungkan masyarakat maupun wisatawan.
“Agar ke depan Papuma dan Watu Ulo benar-benar menjadi kebanggaan Jember, ini yang akan terus kami pacu bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Aprillia Putri, warga Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, mengaku, setiap ada keluarganya dari luar kota datang ke Jember, destinasi wisata yang ingin dikunjungi adalah Papuma.
“Teman ataupun keluarga dari luar kota kalau ke Jember itu ingin jalan-jalanya ke Papuma,” terangnya.
Namun, harga tiket Papuma dinilai terlalu mahal, maka diarahkan untuk rekreasi ke kawasan Ijen, Bondowoso, ataupun Pasir Putih, Situbondo.
Padahal, kata dia, bila berwisata di Papuma, maka ada uang yang bisa berputar di sana. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh