Lagi-lagi, rumah warga digenangi lumpur sejak sekitar pukul 18.00.
Proses pembersihan pun belum usai hingga kemarin (10/12).
Di lokasi ini, sebelumnya juga ada dua rumah warga sekitar sungai pernah menjadi korban banjir.
Kedua rumah itu adalah milik Haris, 52, dan rumah Mistiyono, 57, warga RT 007 RW 002 Dusun Pertelon, Desa Pakis, tepat sebulan yang lalu atau 10 November 2025.
Di lokasi, Haris menyebut banjir lagi-lagi membawa lumpur.
“Banjir susulan yang kedua ini terjadi setelah hujan deras. Air mulai naik ke pekarangan pukul 18.00. Sama seperti sebulan lalu, air bercampur lumpur naik. Sebulan ini sudah dua kali air Sungai Petung naik ke halaman rumah," katanya.
Dikatakan, banjir kali ini lebih besar dibanding sebelumnya.
“Datangnya secara tiba-tiba. Di sisi barat sungai belakang rumah sudah tergerus sekitar 1 meteran," kata Haris.
Akibatnya air yang bercampur lumpur itu juga menggenangi halaman rumahnya dan rumah saudaranya di selatan, yakni Mistiyono.
Hari mengaku khawatir jika sewaktu-waktu terjadi banjir lagi.
“Banjir bandang pernah terjadi akhir bulan Januari 2022. Sementara sebulan ini, November dan Desember 2025, sudah terjadi dua kali banjir," katanya.
Pascabanjir sebulan lalu, bronjong dan cempolong telah dipasang oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) Pakis dan Dinas PU BMSDA Jember dan warga sekitar.
“Yang dikhawatirkan warga, takut ada banjir susulan yang lebih besar. Apalagi, banjir susulan kedua ini lebih besar dari sebelumnya. Kalau hujan deras di bagian hulu lereng Argopuro biasanya banjir membawa gelondongan kayu,” jelasnya.
Warga pun berharap ada semacam penanganan, misalnya normalisasi sungai, karena bronjong yang sudah terpasang hancur terbawa banjir.
Tiga Pilar Desa Pakis di lokasi langsung bergerak cepat melakukan kerja bakti membersihkan saluran yang tertutup tanah dan sampah.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Haris sempat memasang batu yang dinaikkan dari sungai.
Di lokasi juga terlihat ada bronjong yang terpasang sudah ambrol dan ikut diterjang banjir. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh