Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Panen Raya Jagung di Jember Pecah Rekor: Produktivitas Diklaim Tembus 15,5 Ton per Hektare, Dorong Swasembada 2025

Maulana RJ • Rabu, 10 Desember 2025 | 13:50 WIB
BERGELIAT: Para petani di Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan, Jember, saat melakukan panen raya jagung, Senin (8/12).
BERGELIAT: Para petani di Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan, Jember, saat melakukan panen raya jagung, Senin (8/12).

Radar Jember - Sejumlah komoditas di Jember dinilai cukup berpotensi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada pangan nasional.

Salah satunya komoditas jagung.

Saat panen raya jagung di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Jember, komoditas ini diyakini memiliki potensi produksi hingga mencapai 15,54 ton per hektare.

Angka itu didapatkan dari akumulasi produktivitas para petani yang tergabung kemitraan dan binaan dari asosiasi pertanian, seperti Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) setempat.

Ketua Umum KTNA Nasional M. Yadi Sofyan Noor, memuji produktivitas petani Jember yang bukan hanya melakukan panen.

Tetapi juga memulai tanam awal untuk musim tanam selanjutnya.

Menurut dia, produksi pertanian Jember, termasuk jagung, sangat mendukung program pemerintah mengejar target Swasembada Pangan Nasional di tahun 2025.

"Potensi jagung yang dipanen ini bisa sampai 15,54 ton per hektare. Ini data yang besar sekali, harus dikembangkan oleh teman-teman Jember," kata Yadi Sofyan, saat ditemui, mendampingi panen raya petani, (8/12).

Ia menilai, potensi jagung Jember yang unggul ini akan diekspos di ajang nasional seperti Penas dan Induperipurna KTNA, sebagai contoh nyata keberhasilan dalam mencapai kedaulatan dan kemandirian pangan.

"Karena memang di Jember ini jagung itu cocok berkembang," tambah dia.

Mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember, Sigit Boedi Ismoehartono, menilai sejak awal pemerintah daerah mendukung penuh sektor pertanian.

Tidak hanya melalui program, namun juga serangkaian bantuan alsintan yang telah dikucurkan.

"Semua demi mendukung ketahanan pangan, dan menaikkan derajat petani kita, khususnya petani Jember," katanya.

Pengurus KTNA Jatim Sucipto, menilai Jember dikenal sebagai kabupaten yang memiliki potensi luar biasa untuk pangan alternatif.

Oleh karenanya ia mendorong anak-anak muda terlibat aktif, terjun menjadi petani, untuk memastikan produk yang dihasilkan unggul dan kemandirian pangan.

"Jember ini dikenal sebagai kabupaten yang punya potensi luar biasa untuk pangan alternatif. Apalagi, hari ini banyak anak-anak muda yang mulai terjun menjadi petani," tambah Sucipto. (mau/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #ktna #komoditas #DTPHP #jagung