Radar Jember - Penerbangan Jember–Bali akhirnya resmi mengudara.
Ini membuka babak baru bagi mobilitas dan ekonomi Kabupaten Jember.
Penerbangan perdana di Bandara Notohadinegoro pada Jumat lalu (5/12) itu menjadi sinyal kuat konektivitas daerah beranjak ke level yang lebih strategis.
Kehadiran jalur ini tak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga memperluas ruang gerak peluang ekonomi.
Ketua Komisi D DPRD Jember Sunarsi Khoris menilai rute Jember–Bali merupakan momentum besar yang dapat mendongkrak daya saing ekonomi daerah.
Menurutnya jalur penerbangan ini akan menghadirkan efek berantai ke berbagai sektor, terutama pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Koneksi langsung dari Bali membuka ruang lebih besar bagi wisatawan mancanegara untuk singgah tanpa harus transit ke kota lain.
“Ini menunjukkan bahwa ekonomi Jember ke depan akan tampak lebih unggul dibandingkan kabupaten lain,” ujarnya.
Khoris menambahkan, arus mobilitas warga Jember yang bekerja di Bali juga akan ikut terbantu dengan hadirnya layanan ini.
Ia menekankan perlunya pemerintah daerah memastikan kualitas pelayanan publik serta sosialisasi rute agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Baginya, penerbangan ini bukan hanya soal kemudahan, tetapi juga efisiensi perjalanan yang kini menjadi kebutuhan masyarakat.
“Perhatiannya adalah pada pelayanan masyarakat dan sosialisasi program Jember–Bali. Banyak warga Jember bekerja di Bali, sehingga penerbangan ini mempermudah perjalanan agar lebih singkat, cepat, dan aman,” katanya.
Politisi PKB ini berharap rute tersebut tidak berhenti sebagai program sesaat.
Artinya keberlanjutan operasional perlu dijaga agar dampak positifnya terus mengalir pada perekonomian daerah dan mobilitas masyarakat.
Keberadaan koneksi udara ini, menurutnya, bisa menjadi fondasi jangka panjang bagi perkembangan Jember jika dikelola secara konsisten.
“Harapan saya, perjalanan Jember–Bali ini tidak berhenti. Terus berlanjut, Istiqamah, dan membawa keberkahan bagi Jember dan Bali,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut pembukaan rute baru ini sebagai langkah besar bagi konektivitas daerah.
Terhubungnya Jember dengan Bali merupakan lompatan strategis yang memberi keuntungan ekonomi luas, termasuk bagi kawasan Tapal Kuda.
Penerbangan ini juga membuka akses lanjutan menuju banyak rute domestik dan internasional yang sebelumnya sulit dijangkau secara efisien.
Gus Fawait berharap, kehadiran rute ini dapat menarik investasi, meningkatkan arus wisatawan, serta mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.
"Alhamdulillah, akhirnya Jember tersambung ke salah satu pusat pertumbuhan ekonomi. Ini keuntungan besar, bukan hanya untuk Jember, tapi seluruh Tapal Kuda,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh