Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lengah Sedetik Bisa Celaka: Sepeda Listrik Tanpa Suara Makin Banyak di Jalan Raya, Korbannya Anak-Anak

Redaksi Radar Jember • Selasa, 9 Desember 2025 | 14:10 WIB
SAMA-SAMA TAK PAKAI HELM: Pelajar di Puger menggunakan sepeda listrik dan melintas di jalan raya pada Desember 2024 lalu.
SAMA-SAMA TAK PAKAI HELM: Pelajar di Puger menggunakan sepeda listrik dan melintas di jalan raya pada Desember 2024 lalu.

Radar Jember - Sepeda listrik saat ini sedang naik daun. Penggunaanya pun sangat mudah, layaknya sepeda kayuh tapi tanpa mengeluarkan tenaga.

Harga yang ditawarkan juga terjangkau.

Di balik itu semua, masyarakat belum sadar belum sadar akan peruntukannya.

Dalam peraturan, sepeda listrik hanya digunakan di jalan perkampungan atau perumahan.

Faktanya, di jalan raya lalu lalang sepeda listrik kerap ditemui.

Celakanya, anak-anak juga mengendarai sepeda listrik di jalan raya, ditambah lagi tanpa pengaman kepala atau helm.

Pada Desember ini saja, sudah ada dua kecelakaan yang melibatkan sepeda listrik.

Semuanya, masih berusia belasan tahun atau berstatus pelajar.

Pertama, pengendara sepeda listrik 15 tahun bertabrakan dengan pikap Traga di Sumberejo, Kecamatan Ambulu.

Sementara, Minggu (7/12) kemarin, remaja 13 tahun di Tempurejo yang mengendarai sepeda listrik juga terlibat kecelakaan dengan Honda Beat.

 Data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat, total terdapat 647 kecelakaan yang melibatkan sepeda listrik sepanjang Januari-Juni 2024.

Jika dirata-rata, per bulannya, kecelakaan itu lebih dari 100 kasus.

Korbannya juga tak terbatas pada orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga.

Sementara, tahun 2023, periode Januari-Agustus mencapai 107 kasus kecelakaan sepeda listrik.

Bahkan, pada tahun 2025 ini kecelakaan melibatkan sepeda listrik lebih gila lagi. Yaitu 1.760 hingga pertengahan 2025.

Hasil dari liputan Jawa Pos Radar Jember, untuk penjualan sepeda listrik juga cukup menggiurkan.

Diler sepeda listrik di Mangli dalam tahun 2023, penjualannya sekitar 600 unit.

Owner diler sepeda dan motor listrik Uwinfly di Mangli, Dimas, pada waktu itu mengatakan, dari tiga cabang diler, konsumen yang lebih dominan dari kalangan ibu-ibu dan pelajar.

Dimas, warga Wuluhan mengaku kesal dengan keberadaan sepeda listrik di jalan raya.

Dirinya harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

Sebab, sepeda listrik itu membahayakan dirinya.

“Kadang yang mengendarai itu suka tiba-tiba ke tengah tanpa memberi tanda. Bahkan menyeberang juga tidak lihat-lihat sekitar dulu," ungkapnya.

Apalagi, lanjut dia, sepeda listrik tidak mengeluarkan bunyi seperti kendaraan bermotor lain.

Sehingga pengendara lain bisa dibuat kaget di jalan raya.

“Harus ada aturan ketat agar penggunaan sepeda listrik tidak membahayakan pengguna jalan lain,” imbuhnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Aprilla Putri, yang kesal melihat anak-anak kecil usia SD sudah mengendarai sepeda listrik di kawasan perumahan.

“Sepeda listrik itu tanpa bunyi. Tiba-tiba muncul begitu saja. Ini membahayakan, apalagi dikendarai anak yang masih SD. Ini yang terjadi di komplek perumahan saya di kawasan kampus,” tuturnya. (dwi)

Fakta Sepeda Listrik

Tahun 2023: 107

Tahun 2024: 647

Tahun 2025: 1.760

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #kecelakaan sepeda listrik #sepeda listrik