Radar Jember – Dalam dua pekan terakhir, angin barat menambah besarnya ombak.
Hal ini mengharuskan nelayan semakin waspada dan hati-hati.
Pekan lalu, satu nakhoda dan tiga anak buah kapal (ABK) yang melaut dikabarkan hilang kontak dan belum ditemukan hingga kemarin (3/12).
Atas insiden hilangnya tiga ABK ini, Satpolair Polres Jember bersama Tim SAR terus melakukan pencarian.
Proses pencarian juga dilakukan bersama pemilik kapal jenis sekoci milik Hadi Suwandono, warga Dusun Mandaran I RT 002 RW 004, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.
Kapal sekoci itu dinakhodai Supriyadi, 42, warga Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.
Disebut-sebut, sejak berangkat Selasa (25/11) lalu hilang kontak dan kapal bertuliskan "Gita 21" belum juga ditemukan.
Aiptu Agus Rianto Ps, KBO Satpol Air Polres Jember mengatakan, hilangnya kapal sekoci dengan 1 nakhoda dan 3 ABK itu sudah dilaporkan pada Rabu (26/11) lalu.
“Setelah kami lakukan kontak melalui HP milik ABK dan nakhoda tidak ada yang bisa dihubungi. HP ABK termasuk nakhoda dan HT di kapal itu sudah sulit dihubungi,” jelasnya.
Meski begitu, pencarian terus dilakukan, termasuk oleh pemilik kapal sekoci tersebut, namun belum ditemukan.
“Kami bersama tim Basarnas Jember dan Muspika melakukan koordinasi dengan pemilik kapal," kata Agus.
Dikatakan, kapal yang dinakhodai Supriyadi itu dengan tujuan berlayar ke lintang 9 Samudra Indonesia dengan jarak kurang lebih 143 mil dari bibir pantai.
Jarak tersebut bisa ditempuh sekitar 2 hari sampai tujuan.
Namun, hingga 4 hari ternyata kapal sekoci itu hilang kontak.
“Sehingga pemilik kapal melaporkan ke Pos Satpolair ," kata PS KBO Satpolair Polres Jember yang ada di Puger.
Informasi yang dihimpun, sejak berangkat melaut pada Sabtu (22/11) hingga hari Rabu (3/12), ketiga ABK dan satu orang nakhoda belum bisa dihubungi.
Selain Supriyadi, tiga ABK, yakni Jefi Angga Isa Putra, 34, warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger; Gampang Subagio, 45, warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan; dan M Maksum, 25, warga Desa Wonosari, Kecamatan Puger, juga belum ada yang bisa dihubungi.
Menurut Agus, hilangnya kapal sekoci itu saat berangkat berlayar di saat kondisi angin barat.
“Belakangan ini terjadi angin barat. Namun pihaknya terus berkoordinasi dengan nelayan untuk segera melaporkan apalagi mengetahui keberadaan sekoci tersebut,” pungkasnya. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh