Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gus Fawait Pusing Berat: Bantuan Alsintan di Jember Terus Dijual Poktan, Program Tak Kunjung Beres

Maulana RJ • Kamis, 4 Desember 2025 | 00:12 WIB
DIPAMERKAN: Puluhan bantuan alsintan diberikan secara kepada sejumlah kelompok tani, di halaman Kantor Pemkab Jember, pada Agustus 2025 lalu.
DIPAMERKAN: Puluhan bantuan alsintan diberikan secara kepada sejumlah kelompok tani, di halaman Kantor Pemkab Jember, pada Agustus 2025 lalu.

Radar Jember - Praktik nakal penjualan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi masalah yang cukup laten di kalangan kelompok tani (poktan) di Jember.

Bantuan yang berasal dari hibah pemerintah untuk semua anggota Poktan itu, seringkali lenyap tak tersisa dalam kurun waktu tidak lebih dari setahun.

Fenomena ini menjadi tantangan besar bagi Pemkab Jember untuk memastikan bahwa bantuan program tidak hanya sekadar tersalurkan, tetapi juga berfungsi optimal dan berkelanjutan untuk kemaslahatan seluruh petani di desa-desa dan kecamatan.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku praktik tidak sehat ini cukup membuatnya pusing.

Dalam kesempatan bertemu petani, di Balai Desa Paseban, Kecamatan Kencong, beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan rasa frustrasinya atas siklus bantuan yang sia-sia karena kerap dijual.

"Saya titip, kalau dikasih bantuan alat, jangan dijual. Kalau dijual, gak selesai-selesai. Tahun ini dikasih traktor, wasalam. Tahun depan dikasih bantuan pompa air, wasalam lagi. Duh pusing kita Pak, gak selesai-selesai," keluhnya, di hadapan sejumlah pengurus Poktan.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Ia menyebut, alat-alat bantuan itu raib dalam waktu singkat.

Sementara di satu sisi, pemerintah kerap kali dituntut untuk memfasilitasi bantuan/hibah alsintan untuk petani.

"Kadang-kadang, kalau dikasih bantuan, dapat sebulan masih ada. Dapat dua bulan rodanya mulai berkurang satu, dapat lima bulan, semuanya habis," tambahnya, disusul tawa.

Jember diketahui mendapat kucuran besar dari pemerintah pusat, termasuk bantuan irigasi terbesar sepanjang sejarah Jember dan puluhan alsintan.

Akhir Agustus 2025 lalu, Gus Fawait secara simbolis sempat membagi-bagikan 52 unit alsintan yang sebagian besar kucuran dari pemerintah pusat.

Di antaranya, traktor roda dua 30 unit, traktor roda empat 4 unit, rice transplanter 15 unit, combine harvester 3 unit, dan beberapa lainnya.

Penyerahan bantuan saat itu merupakan kali ketiga, setelah sebelumnya bantuan untuk sejumlah Poktan di Ajung, saat lawatan Wamentan Sudaryono, dan penyerahan alsintan di Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember, beberapa bulan lalu.

Gus Fawait memastikan, jika bantuan-bantuan itu akan terus mengalir, seiring pengusulan bantuan yang dilakukan pemerintah daerah.

Kendati begitu, ia meminta para pengurus Poktan untuk menjaga dan merawatnya.

"Kemarin kita dapat bantuan 50 lebih Alsintan, nanti kita dapat bantuan Alsintan lagi, ada sebanyak 24 bantuan Alsintan. Titip ya, alat pertanian ini dijaga dengan baik. Kalau yang belum dapat, nanti kita akan usulkan lagi ke pemerintah pusat," imbuh dia.

Tidak hanya bupati, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember Sigit Boedi Ismoehartono juga mengaku tidak bisa berbuat banyak menyikapi fenomena hibah alsintan yang berumur pendek itu.

"Nah itu, susahnya. Meski kita tetap imbau, kita kan tidak bisa memantau sejauh ke bawah," katanya.

Sigit mengemukakan alasannya. Menurut dia, setelah bantuan alsintan dihibahkan (diserahkan sepenuhnya) kepada kelompok tani, wewenang DTPHP untuk menindak secara hukum menjadi terbatas.

"Kita juga tidak bisa, ada sanksi pidana atau apa, itu tidak bisa. Karena sifatnya sudah dihibahkan, sudah hak mereka. Kecuali sewa ya, baru bisa kena (pidana)," jelasnya.

Ia meminta para kesadaran para pengurus poktan agar memiliki rasa tanggung jawab kolektif dan perawatan.

"Makanya kita minta tolong, dijaga dan dirawat dengan baik, karena Alsintan ini bukan hanya milik pengurus, tapi milik semua anggota petani. Termasuk kalau ada kerusakan dan butuh perawatan itu digarap bersama," imbuh Sigit. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #alsintan #Bantuan Alsintan #wamentan sudaryono #Bupati Jember #Gus Fawait