Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sering Telat Masuk Sekolah, Tujuh Guru di Jember Dipanggil Dispendik dan Wajib Bikin Pernyataan

Redaksi Radar Jember • Selasa, 2 Desember 2025 | 14:20 WIB
 “Tujuh orang guru itu telah dipanggil. Mereka diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi.” ABDULLAH, Kabid GTK Dispendik Jember.
 “Tujuh orang guru itu telah dipanggil. Mereka diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi.” ABDULLAH, Kabid GTK Dispendik Jember.

Radar Jember - Meski tingkat kedisiplinan guru di Kabupaten Jember dinilai semakin membaik, namun Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember tetap menemukan sejumlah guru yang kerap terlambat.

Dalam evaluasi terbaru, tercatat tujuh guru dipanggil dan dibina karena sering telat dan tercatat melalui sistem absensi online.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dispendik Jember Abdullah menegaskan bahwa disiplin guru adalah syarat utama terciptanya pembelajaran berkualitas di kelas.

Menurutnya, perilaku terlambat tak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada proses belajar siswa.

“Tujuh orang guru yang dipanggil, itu pun setelah rekomendasi dari BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Red) Jember.  Mereka diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi,” ujarnya saat diwawancarai Jawa Pos Radar Jember, Jumat (28/11).

Ia menjelaskan, sistem absensi digital yang diterapkan sejak beberapa tahun terakhir.

Membuat pola kedisiplinan guru lebih terpantau secara akurat.

“Dengan absensi digital, semua jelas. Guru jadi berusaha datang sebelum jam masuk karena semua tercatat,” ulasnya.

Selain menegakkan disiplin, Dispendik Jember juga fokus meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam (PM).

Pendekatan ini menuntut guru menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, bermakna, dan bebas tekanan.

“Guru sekarang tidak boleh marah-marah seperti dulu. Pembelajaran harus menyenangkan. Karena itu guru harus menguasai berbagai metode dan strategi,” ucapnya.

Dispendik Jember telah menggelar sejumlah bimbingan teknis atau bimtek sepanjang 2024–2025 dan bekerja sama dengan UPT Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jatim di Batu.

Meliputi Pembelajaran Mendalam (PM), KKA (Kompetensi Keahlian Akademik), dan Penguatan Bimbingan Konseling (BK) untuk semua guru.

“Guru yang telah mengikuti pelatihan, saat ini melakukan transfer pengetahuan ke sekolah-sekolah di daerah masing-masing,” terangnya. (mmfeb/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #GTK #dispendik