Kencong, Radar Jember - Suasana kemeriahan dan semangat gotong royong membanjiri Kecamatan Kencong, Jember, akhir pekan kemarin.
Pemkab Jember sukses memindahkan nuansa "pesta kota" ke desa melalui gelaran Pesta Rakyat dan Jalan Sehat Kampoeng yang terintegrasi dalam rangkaian program unggulan Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan atau Bunga Desaku Jilid 7 di Kencong.
Acara yang dipusatkan di Halaman Dira Kencong pada Sabtu (22/11) ini disambut antusias oleh sekitar 10.000 peserta.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari kalangan pelajar, warga umum, hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini diadakan secara khusus untuk membawa kegembiraan dan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat pedesaan.
Tidak hanya mendekatkan pelayanan dan menggerakkan roda perekonomian, namun menjadi kesempatan pemerintah daerah untuk langsung berinteraksi dengan masyarakat. Mendengar sekaligus serap aspirasi.
“Kita ingin tumbuhkan pusat-pusat keramaian baru, tidak hanya di pusat kota, namun juga di desa-desa, ini salah satu dari tujuan dari diadakannya Bunga Desaku ini,” kata Gus Fawait, sapaan akrabnya.
Acara Pesta Rakyat ini menjadi rangkaian padat Bunga Desaku yang berlangsung selama dua hari satu malam, yakni pada Jumat dan Sabtu (21-22 November 2025).
Jalan sehat yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, berlangsung tertib dan penuh semangat.
Kemeriahan memuncak saat pengundian doorprize besar-besaran dilakukan.
Panitia menyediakan hadiah yang menggiurkan, termasuk Satu Unit Sepeda Motor, Sepeda Listrik, Sepeda Gunung, hingga 5 Voucher DP Umroh senilai total Rp 10 Juta, dan ratusan hadiah hiburan lainnya.
Hadiah-hadiah ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi Pemkab atas partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program pembangunan.
Rangkaian kegiatan tersebut membuktikan komitmen Pemkab dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pertemuan dengan guru ngaji, kelompok UMKM, kader Posyandu, tokoh tani, pertemuan dengan umat Hindu di Pantai Paseban, hingga apel kebangsaan.
Editor : M. Ainul Budi