Radar Jember – Perkembangan artificial intelligence atau akal imitasi (AI), atau kecerdasan buatan, membawa kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, AI juga menghadirkan tantangan serius bagi semua kelompok usia.
Oleh karena itu, Tanoker Ledokombo berkolaborasi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar lokakarya Tanoker Digital Talk.
Ini sebuah ruang belajar yang digelar selama dua hari di Tanoker Ledokombo, Kecamatan Ledokombo.
Kegiatan ini diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan dan latar belakang, termasuk anak-anak, pemuda, dewasa, lansia, serta para mitra dampingan Tanoker.
Perwakilan Mafindo, Dimas Fadhilah Aprilian Santosa, mengulas cara kerja AI beserta manfaat dan risikonya bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa AI dirancang meniru kemampuan kognitif manusia seperti melihat, belajar, dan mengambil keputusan berbasis data.
“AI adalah alat cerdas yang bekerja berdasarkan informasi yang diberikan. Tetapi ia juga membawa risiko seperti manipulasi informasi, bias algoritma, dan melemahnya kemampuan berpikir kritis,” ujarnya.
Pemahaman tentang AI juga diberikan kepada ibu-ibu dan lansia dalam kelas tersendiri yang berlangsung interaktif.
jemberBaca Juga: Curiga Gara-gara Sepeda Motornya, Warga Ajung Jember Ditemukan Meninggal Tengah Sawah di Wonosari Bondowoso
Kelompok usia ini dinilai rentan terhadap hoaks sehingga perlu penguatan literasi digital yang lebih mendasar.
“AI adalah kawan, namun tanpa pengenalan yang cukup ia bisa menjadi musuh yang berbahaya bagi anak-anak, remaja, bahkan orang tua,” kata Dimas.
Lalu, pada sesi Literasi Digital Anak yang diikuti 50 peserta, menjadi ruang aman bagi anak-anak dan remaja untuk memahami teknologi secara bijak.
Mereka diajak bermain gim edukatif, berdiskusi, dan membedah pengalaman digital sehari-hari.
Tujuannya agar lebih mampu mengenali risiko dan manfaat AI dalam gawai yang mereka gunakan.
Sementara itu, Founder Tanoker, Farha Ciciek, menegaskan, kolaborasi ini untuk memastikan masyarakat desa tidak tertinggal dalam memahami teknologi.
Ia menilai kegiatan ini sangat penting bagi seluruh kelompok usia.
Sehingga wawasan masyarakat tentang literasi digital meningkat diiringi penggunaanya yang bijak.
“Ini memberikan ruang diskusi yang asik dan inspiratif, mengajak ibu-ibu dan lansia untuk ngobrol santai tentang AI, mengenalkan manfaat serta risiko penggunaannya, dan mendukung terciptanya ekosistem digital yang sehat serta aman,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh