TEGAL BOTO, Radar Jember – Maraknya kasus pinjaman online (pinjol) yang menjerat anak muda turut disorot Universitas Jember (Unej).
Dalam rangka Dies Natalis ke-61, Unej menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Komisi XI DPR RI untuk mengkampanyekan kecerdasan finansial di kalangan mahasiswa.
Langkah ini diambil setelah data nasional menunjukkan 60 persen debitur pinjol berasal dari kelompok usia 19–34 tahun, mayoritas Gen Z.
Sekretaris LPPM Unej, Bevo Wahono, mengatakan kampus perlu menjadi ruang edukasi yang serius dalam menghadapi fenomena tersebut.
Literasi digital dan finansial dinilai wajib dipahami seluruh mahasiswa agar tidak mudah terjebak layanan keuangan yang berisiko.
“Kami ingin mahasiswa belajar langsung dari regulator, memahami peluang sekaligus ancaman inovasi digital,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Bambang Kuswandi, menyoroti masih rendahnya literasi keuangan masyarakat Indonesia.
Mengutip data BPS, tingkat literasi baru 49,68 persen, sementara inklusi keuangan sudah 85,1 persen.
“Artinya, akses sudah luas, tapi kemampuan mengelola belum memadai. Ini celah yang membuat anak muda rentan salah langkah, termasuk urusan pinjol,” tegasnya.
Dalam sesi talkshow, anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah, mengingatkan bahwa digitalisasi keuangan membawa peluang—namun sekaligus ancaman.
Layanan serba cepat dan praktis justru membuat anak muda mudah terjerat perilaku konsumtif.
“FOMO dan impulsive buying itu nyata. Dan fakta bahwa 60 persen debitur pinjol adalah Gen Z harus jadi alarm keras. Kalau tidak hati-hati, akibatnya bisa fatal,” ungkapnya.
Kepala OJK Jember, Mohammad Mufid, menambahkan bahwa risiko digital tidak hanya soal pinjol, tetapi juga penyalahgunaan data pribadi.
Karena itu OJK memperkuat pengawasan, edukasi, hingga pemberantasan keuangan ilegal. “Data itu aset. Sekali bocor, dampaknya panjang.
Mahasiswa harus paham betul cara melindungi diri di ekosistem digital,” pesannya.
Lewat kegiatan yang menghadirkan pula Kepala LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat dan Guru Besar FEB Unej Prof. Elok Sri Utami ini, Universitas Jember menegaskan komitmennya membangun generasi muda yang cerdas finansial, kritis terhadap teknologi, dan tidak mudah terjebak keuangan ilegal.
Editor : M. Ainul Budi