Radar Jember - Usai terpilihnya Zamroni Ulfa sebagai Ketua Muaythai Indonesia (MI) Jember periode 2025–2029 cabang olahraga tarung asal Thailand itu bakal menata ulang fondasi pembinaan.
Sebab, muay thai Jember belum mampu berbicara banyak di level daerah.
Saat Jember menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022, hanya satu atlet yang turun.
Sementara Porprov 2025 terakhir di Malang Raya, tak satu pun atlet muay thai Jember ikut bertanding.
Zamroni tak menutup mata atas kondisi itu.
Dia menjelaskan Muskablub digelar untuk menegaskan posisinya sebagai ketua setelah sebelumnya menjabat pelaksana tugas.
“Kami harus mulai dari paling dasar. Mendata semua sasana, memastikan mana yang aktif, lalu menggelar pertandingan antar-club sebagai proses menjaring atlet terbaik,” ujarnya.
Menurutnya, lima sasana hadir dalam Muskablub dan seluruhnya siap dirangkul dalam program pemetaan atlet.
Dia menilai kompetisi internal adalah langkah paling realistis sebelum Jember kembali mengirimkan atlet ke turnamen resmi.
Zamroni menambahkan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pengprov Muay thai Indonesia (MII Jatim untuk mengetahui kalender pertandingan antar kabupaten kota di Jatim.
“Kalau persiapan berjalan mulus, bulan ketiga 2026 Jember sudah bisa menurunkan atlet. Minimal di event antar-kota dulu sebelum naik ke level Porprov,” katanya.
Lebih jauh, menurut Zamroni Jember sebenarnya tidak kekurangan pelatih maupun tokoh berpengalaman.
Beberapa memiliki lisensi resmi, bahkan ada yang pernah menjadi atlet di level internasional.
“Kuncinya sinergi dengan KONI dan provinsi. Kami ingin rantai pembinaan berjalan, dari klub hingga pemusatan latihan. Dari situ baru bisa bicara prestasi dan medali,” terang Zamroni.
Pihaknya berencana menggelar turnamen mini begitu pengurus selesai terbentuk.
Lokasinya masih dibahas, salah satu alternatifnya di kawasan Mumbulsari.
“Harapannya ini bisa menjadi langkah untuk mendapat medali di kemudian hari,” harapnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh