Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Melawan Arus Zaman, Sinta & Sesil Bangkitkan Seni Karawitan dan Jadi Wajah Baru Sinden Kampus UDS

M Adhi Surya • Selasa, 18 November 2025 | 13:50 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Dua sinden UKM Karawitan UDS melantunkan langgam Jawa di acara wisuda UDS, beberapa waktu lalu.
LESTARIKAN BUDAYA: Dua sinden UKM Karawitan UDS melantunkan langgam Jawa di acara wisuda UDS, beberapa waktu lalu.

Radar Jember- Dua mahasiswi Universitas dr Soebandi (UDS) Jember ini memilih jalan berbeda dari kebanyakan anak muda seusianya.

Keduanya kini menjadi sinden yang menyalakan semangat pelestarian seni dan budaya di kampus.

Alunan lembut gamelan berpadu dengan suara dua perempuan muda yang duduk bersila di depan seperangkat saron dan demung.

Pagi itu, Aula Universitas dr Soebandi (UDS) Jember dipenuhi lantunan tembang Jawa yang meneduhkan.

Keduanya adalah Yasinta Eka Apriliyanti dan Sesilia Ayu Lestari, atau akrab disapa Sinta dan Sesil, dua penyinden muda yang kini menjadi wajah UKM Karawitan kampus kesehatan tersebut.

Sinta, mahasiswi asal Situbondo yang juga menjabat ketua UKM Karawitan, mengenang awal ketertarikannya muncul secara tidak sengaja.

Tahun 2024, saat kampus mengadakan acara, seperangkat gamelan yang tak terpakai membuatnya penasaran.

“Waktu itu alatnya nganggur. Dosen menyarankan saya di vokal, setelah dicoba ternyata cocok,” tuturnya.

Bagi Sinta, sinden bukan sekadar menyanyi.

Ia jatuh cinta pada keindahan vokal khas Jawa setelah sering menonton video Niken Salindry.

“Kalau diibaratkan bahasa sekarang, sudah posisi wenak di vokal,” ujarnya.

Tantangan terbesar, katanya, justru menjaga stabilitas suara.

Seperti menjaga pola makan, mengurangi minum es dan makanan gorengan.

Sementara Sesil, sinden asal Lumajang, mulai menekuni dunia karawitan sejak SMP lewat ekstrakurikuler sekolah.

“Dulu sering ada acara di desa seperti pertunjukan wayang kulit. Dari situ saya jatuh cinta dengan sinden karena bisa mengekspresikan diri lewat vokal,” tuturnya.

Perempuan berusia 20 tahun itu mengaku paling suka melantunkan tembang-tembang Jawa klasik.

Menurutnya, setiap lagu punya makna dan teknik tersendiri.

“Saya merasa sinden punya peran penting dalam pertunjukan. Tidak hanya menghias gending, tapi juga membawa suasana,” ujarnya.

Di tengah kesibukan kuliah, keduanya tetap rutin berlatih dua kali seminggu.

Sesil mengaku menjaga keseimbangan dengan membuat jadwal rapi.

“Kalau waktunya latihan, ya fokus. Setelah itu baru tugas,” ujarnya.

Sinta dan Sesil punya harapan besar agar generasi muda tak malu mencintai seni tradisional.

“Sinden itu bukan kuno, justru elegan. Kalau dikemas menarik, bisa diterima anak muda,” pungkasnya. (dhi/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #ukm #sinden #karawitan #UNIVERSITAS dr SOEBANDI