Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Melihat Semangat Juang Peserta The Argopuro Run 2025 di Jember: Ngos-ngosan di Bawah Guyuran Hujan hingga Hampir Terpeleset

Maulana RJ • Selasa, 18 November 2025 | 23:54 WIB
Musayin dan Ais, merengkuh podium pertama, usai menaklukkan track semi trail sejauh 6 kilometer, di Argopuro Run 2025, di Perumahan The Argopuro, Kaliwates, Jember, Minggu (9/11). (Foto JPRJ)
Musayin dan Ais, merengkuh podium pertama, usai menaklukkan track semi trail sejauh 6 kilometer, di Argopuro Run 2025, di Perumahan The Argopuro, Kaliwates, Jember, Minggu (9/11). (Foto JPRJ)


Tekad, konsistensi, dan kerja keras, tidak akan menjadi penghalang untuk meraih puncak prestasi. Ais dan Musayin, dua sosok Gen Z itu telah membuktikan, saat keduanya meraih podium satu, di event The Argopuro Run 2025.

MAULANA, Kaliwates, Radar Jember

 

Hujan yang mengguyur Jember pada Minggu pagi (9/11) tidak sedikit pun meredupkan nyala semangat lebih dari 1.000 pelari yang memadati garis start The Argopuro Run 2025.

Sejak pagi buta, semangat juang peserta yang datang dari daerah Tapal Kuda hingga luar Pulau Jawa ini telah terlihat.

Begitu bendera start diangkat pukul 05.30 Wib, para peserta telah adu sprint, menerabas hawa dingin pagi hari dengan satu tekad: menaklukkan tantangan unik di ajang akbar The Argopuro Run 2025.

Yah, event lari sepanjang 6 kilometer ini bukan sekadar perlombaan biasa. Ia merupakan satu-satunya city run yang memadukan konsep fun run dan semi trail run, membawa para peserta melintasi jantung kota, jalan nasional, jalan perkampungan, hingga berpacu di tengah petak-petak persawahan.

Baca Juga: Terima Kasih, The Argopuro Run 2025 Sukses Digelar, Lebih dari Seribu Runners Tuntaskan Trek 6 Kilometer

Kontur lintasannya pun komplit. Mulai dari dataran, menanjak, menurun curam, jalanan berbatu (gragal), bahkan licin.

Kemeriahan semakin menjadi-jadi ketika di tengah perlombaan, langit seolah ikut merestui perjuangan para pelari dengan guyuran hujan deras.

Alih-alih loyo, semangat juang para peserta justru kian berpach, dan menambah keseruan event yang bertabur hadiah dan doorprize senilai puluhan juta rupiah ini.

Dari 1.000 lebih peserta saat itu, muncul enam nama peraih podium pertama, runner-up dan ketiga, di masing-masing kategori putra dan putri.

Dan dua nama peraih podium puncak yakni ada seorang remaja asal Kota Tape dan asal ujung timur Kabupaten Jember.

Di kategori putra, podium pertama mutlak dikuasai oleh Musayin, pemuda 24 tahun asal Silo, Jember, yang sebenarnya bukanlah atlet profesional. Namun ia seorang buruh pabrik di Jember.

Hebatnya, The Argopuro Run 2025, menjadi podium keempatnya, yang semua dilibas di juara satu. “Kalau lomba larinya sudah sering, termasuk naik podium juga beberapa kali,” katanya, saat ditemui.

Baca Juga: Pengalaman Perdana yang Tak Terlupakan Bagi Para Pelari Dalam Event Keren Watu Ulo Reborn Beach Run 2025

Ia memuji rute lari kali ini sebagai yang paling menarik dan menantang. “Event-nya sangat menarik, bagus, rutenya keren. Ada dataran, ada tanjakan, dan bebatuan juga, jadi komplit. Ini rute lari pertama kali yang menggabungkan tiga rute, datar, turunan, dan tanjakan, bebatuan, semi trail,” jelas dia.

Hadiah uang tunai senilai Rp1,2 juta yang ia dapat, bagi Musayin adalah modal untuk terus meningkatkan diri. “Rencananya bantuan ini akan saya gunakan untuk membeli peralatan lari yang lebih lengkap,” tambah pemuda bujang ini.

Tak kalah menginspirasi, di kategori putri, nama Aisatul Fitriah menggema sebagai peraih podium pertama. Perempuan muda fresh graduate asal Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, ini berhasil menyingkirkan ratusan pesaing dengan determinasi luar biasa.

Ais, sapaan akrab dia, mengaku sudah jatuh cinta pada dunia lari sejak di bangku Madrasah Aliyah, dan Argopuro Run 2025 ini adalah podiumnya yang kesekian kali.

Baca Juga: Jember Makin Mendunia: 43 Marching Band Adu Aksi di IJMC 2025, Bupati Fawait Janji Gelaran Lebih Besar 2026

Saat ditanya motivasi memburu podium, Ais menjawab santai. "Tentu hadiahnya donk, bisa dapat uang. Kalau dulu buat bayar sekolah, kalau sekarang ya buat ditabung,” katanya, sambil cengengesan.

Untuk menaklukkan rute city tourism run yang menantang ini, Ais berlatih hampir setiap hari, dengan intensitas dua kali sehari, pagi dan sore.

“Track lari event ini seru. Karena melewati jalan nasional, lalu melewati jalan daerah, jalan perkampungan, hingga jalan persawahan yang berlumpur, bebatuan hingga menanjak. Jadi ini lumayan menantang,” kenangnya, sambil menyeka keringatnya yang masih bercucuran.

Tubuhnya yang mungil, cukup membuatnya ngos-ngosan menaklukkan track. Ia bahkan sempat hampir terjatuh karena kondisi yang licin. Dengan strategi sprint sejak awal tanpa berhenti, ia mencatatkan waktu impresif sekitar 26 menit.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Minta Hasil Kunker OPD Harus Jelas, Kepala OPD Perlu Rajin Berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat

Kini, podium sudah direngkuh, uang tunai Rp1,2 juta sudah digenggam. Semua capaian membahagiakan itu ia persembahkan kepada orang terkasihnya, orang tua.

“Podium ini saya dedikasikan juga untuk orang tua saya, untuk ayah, yang juga ikut mengantarkan saya,” tutup Ais, sambil menunjuk sang ayah yang kebetulan menghampiri Ais.

Musayin dan Ais telah membuktikan bahwa semangat juang, konsistensi, dan kerja keras, sukses menorehkan prestasi melalui lintasan lari. 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #The Argopuro run #tapal kuda #trail run #Tourism #jawa #argopuro run #fun run #Bondowoso