Radar Jember - Banjir Senin (10/11) malam lalu menyisakan lumpur di mana-mana.
Warga yang terdampak akibat luapan Sungai Petung, Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, melakukan bersih-bersih, kemarin (12/11).
Seperti yang dilakukan Haris, 52, dan Mistiyono, 56, warga setempat.
Keduanya, kemarin melakukan bersih-bersih.
Warga sekitar juga membantu, dilakukan kerja bakti di sekitar lokasi, termasuk di jalanan.
Banjir akibat curah hujan yang tinggi di bagian hulu sungai lereng Gunung Argopuro itu mengakibatkan Sungai Petung meluap dan membawa material sampah dan lumpur.
Warga kerja bakti membenahi plengsengan rusak dan saluran yang air yang ambrol.
Air Sungai Petung memang meluap ke pekarangan dan halaman rumah warga.
Sehari sebelumnya sudah dilakukan bersih-bersih oleh warga dan anggota Polsek Panti serta warga yang terdampak.
Mistiyono, 56, warga setempat yang terdampak mengaku air luapan dari sungai itu bercampur lumpur cukup tebal.
Sehingga masih ada sisa lumpur yang harus dibersihkan, katanya.
"Semoga saja tidak ada banjir susulan, karena yang paling terdampak ketika banjir adalah rumah saya dan rumah pak Haris," katanya.
Rumah kedua warga ini memang ada di pinggir sungai, setelah tahun 2022 lalu sungai terbelah menjadi dua.
"Sungai yang di sisi timur ini awalnya memang persawahan, sungai yang asli ada di sisi barat," katanya.
Saat itu, banjir bandang akhir bulan Januari 2022 lalu sawah berubah menjadi sungai.
“Bahkan sungai yang ada di belakang rumah ini yang paling besar, sementara sungai aslinya menjadi kecil,” katanya.
Warga sekitar yang terdampak meminta kepada dinas terkait agar sungai dikembalikan ke posisi semula.
"Di bagian hulu sungai kembar ini harus ditutup. Kalau tidak segera dikembalikan ke asalnya khawatir akan terjadi banjir lagi," katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Pakis Zaini.
Dia dan warganya berharap agar sungai kembar dikembalikan ke asalnya.
“Sehingga sungai yang sisi barat saja yang difungsikan,” jelas Zaini. (jum/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh