Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Hanya Soal Akad! Kemenag Jember Ingatkan Pentingnya Mental dan Ekonomi Sebelum Memulai Rumah Tangga

M Adhi Surya • Rabu, 12 November 2025 | 14:05 WIB

 

Gambar Ilustrasi-Menyorot tingginya angka perceraian di Jember.
Gambar Ilustrasi-Menyorot tingginya angka perceraian di Jember.

Radar Jember – Kementerian Agama (Kemenag) Jember tekankan pentingnya bimbingan pranikah sebagai upaya menekan tingginya angka perceraian di Jember.

Di samping itu, juga ada layanan pascanikah.

Kepala Kemenag Jember Santoso mengatakan, bimbingan tersebut menjadi langkah strategis agar pasangan suami istri lebih siap menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga.

“Kami ingin pasangan memahami bahwa pernikahan bukan hanya soal akad, tetapi juga kesiapan mental, emosional, dan ekonomi,” ujarnya.

Santoso menjelaskan, bimbingan pranikah kini menjadi tahapan wajib sebelum pencatatan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Dalam kegiatan itu, calon pengantin mendapat pembekalan tentang komunikasi, tanggung jawab, dan manajemen keuangan rumah tangga.

“Banyak pasangan yang akhirnya berpisah karena tidak siap menghadapi tekanan ekonomi. Melalui bimbingan dan layanan pascanikah ini, kami ingin mencegah itu sejak awal,” katanya.

Selain itu, Kemenag juga menyediakan layanan pascanikah bagi pasangan yang sudah menikah dan mulai menghadapi persoalan rumah tangga.

Program ini difokuskan untuk menjaga keharmonisan dan membantu pasangan menemukan solusi tanpa harus menempuh jalur hukum perceraian.

Kemenag juga mengerahkan penyuluh agama di setiap kecamatan untuk memberikan pendampingan dan konseling kepada keluarga yang baru menikah.

“Penyuluh kami turun langsung ke masyarakat, membantu menyelesaikan konflik dengan pendekatan dialog dan spiritual,” terang Santoso.

Menurutnya, pendekatan tersebut terbukti efektif membantu pasangan kembali rukun.

“Banyak yang awalnya ingin bercerai akhirnya bisa berdamai setelah mengikuti bimbingan,” ujarnya.

Santoso berharap upaya ini dapat menekan tren perceraian yang masih tinggi di Jember.

“Kami ingin keluarga di Jember bukan hanya sah secara agama dan hukum, tetapi juga kuat dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan,” pungkasnya. (dhi/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #angka perceraian #pengadilan agama (PA)