Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kisah Anak Kencong Sekolah hingga ke Singapura, Bryan Ngekos Sendirian Sejak SMP

Yulio Faruq Akhmadi • Selasa, 11 November 2025 | 17:27 WIB
KEREN Bryan saat menjadi duta mahasiswa penerima beasiswa SIM Star
KEREN Bryan saat menjadi duta mahasiswa penerima beasiswa SIM Star

Perjalanan Bryan membuktikan, siapa pun, tak peduli darimana asalnya, berhak mengejar pendidikan setinggi mungkin. Dia jadi cermin bahwa pendidikan perlu diperjuangkan.

Yulio Faruq Akhmadi

KEPATIHAN, Radar Jember

Tak banyak anak desa yang berani bermimpi sejauh Bryan Syalom Hermawan. Tumbuh  besar di Kelurahan Wonorejo, Kencong, hidupnya sederhana saja.

Namun tidak demikian dengan mimpinya, mimpi itulah yang mengantarkan Bryan meraih beasiswa di kampus bergengsi di Singapura.

Sejak kecil, Bryan sudah akrab dengan perjalanan jauh. SD-nya saja di Lumajang, di Pelita Bangsa. Tiap hari bolak-balik antar jemput, jarak belasan kilometer.

Dari situ ada pelajaran penting yang dia dapat, yaitu kedisiplinan. Karena telat sedikit saja, bisa ketinggalan mobil jemputan. “Ada transport yang antar jemput, tapi dari situ saya belajar menghargai waktu,” kenangnya.

Masuk SMP, dia melanjutkan sekolah di SMP Maria Fatima Jember. Karena jauh dari rumah, dia pun terpaksa harus ngekos. Usianya baru belasan tahun, tapi sudah harus mencuci baju sendiri, mengatur uang saku, hingga menahan rasa kangen rumah.

“Waktu itu suka mikir, kenapa di usia yang masih kecil harus hidup jauh dari rumah cuma untuk sekolah. Tapi sekarang bersyukur, karena itu yang ngajarin saya mandiri,” katanya.

Langkahnya makin jauh setelah diterima di SMA Gloria 2 Surabaya. Di kota besar itu, Bryan mulai belajar banyak hal tentang kehidupan. Dia bertemu orang-orang baru, dari latar belakang yang berbeda.

Di sanalah pandangannya soal dunia mulai terbuka lebar. “Setiap pindah tempat, saya selalu dapat pelajaran baru. Itu yang bikin saya ingin terus menantang diri,” ujarnya.

Kini, Bryan melanjutkan kuliah di SIM - University of Birmingham, jurusan International Business.

Tak hanya diterima, dia juga menerima beasiswa bergengsi SIM STARRR Award dengan nilai total sekitar S$50 ribu. Semua biaya kuliah, akomodasi, dan kebutuhan hidup ditanggung.

Diceritakan, Bryan aktif di organisasi sosial untuk memberikan edukasi pemuda di pedesaan. Dia pernah mengikuti program Young on Top di Jember serta Gerakan Stop Cuek di Lumajang.

Pernah juga memimpin lokakarya literasi keuangan di panti asuhan Mambaul Ulum Jember. “Saya percaya, pendidikan dan kesempatan yang saya punya nggak boleh berhenti di saya. Harus bermanfaat buat orang lain juga,” ujarnya.

Meski kini hidup di negeri orang, pikirannya masih sering pulang ke Jember. Dia punya rencana besar untuk membantu masyarakat desa memahami pentingnya mengatur keuangan dan menabung.

“Saya ingin anak-anak di Jember tahu, bahwa mimpi besar itu nggak salah. Nggak harus dari kota besar untuk bisa maju. Asal mau berproses, Tuhan pasti kasih jalan,” pungkasnya.(yul)


 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #birmingham #universitas #singapura #jem #Kencong #Beasiswa