Radar Jember - Potensi kopi di Jember menunjukkan tren cukup positif.
Apalagi kopi asli Jember juga mulai dilirik pasar nasional hingga internasional.
Namun, di tengah kenaikan produksi, petani masih bergulat dengan harga yang tidak menentu dan rantai distribusi yang panjang.
Tanpa adanya pabrik pengolahan di Jember, hasil panen berkualitas tinggi itu justru banyak dijual keluar kabupaten dengan nilai rendah.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jember Hanan Kukuh Ratmono menilai, pemerintah daerah perlu segera menghadirkan investor untuk membangun pabrik kopi di Jember.
Keberadaan pabrik dianggap bisa menjaga kestabilan harga dan memotong rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang.
“Selisih harga dari petani ke pabrik bisa mencapai Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogram,” katanya.
Menurut Hanan, produksi kopi di Jember terus meningkat setiap tahun.
Pada 2024 tercatat sekitar 11 ribu ton dan diperkirakan menembus 15 ribu ton lebih pada 2025.
Namun, tanpa fasilitas pengolahan lokal, hasil panen petani masih sering dibawa ke kabupaten lain dengan harga lebih murah.
“Kami berharap pemerintah bisa menjembatani masuknya investor agar kopi Jember punya tempat pengolahan sendiri,” ujarnya.
Fluktuasi harga menjadi tantangan tersendiri bagi petani kecil.
Saat panen raya, misalnya, harga kopi robusta sempat anjlok dari Rp 79 ribu menjadi Rp 44 ribu per kilogram.
Penurunan drastis ini membuat petani kesulitan menutup modal. Kini harga kopi perlahan naik di kisaran Rp 70 ribu.
Namun sewaktu-waktu harga itu itu bisa kembali turun jika tidak disertai kebijakan pengendali harga.
Fraksi Gerindra, lanjutnya, akan mendorong pembahasan sektor kopi menjadi prioritas dalam agenda APBD mendatang.
Hanan menilai, pemerintah harus hadir sebagai pengendali rantai distribusi dan penjamin stabilitas harga agar petani bisa menikmati hasil lebih besar.
"Rantai distribusinya terlalu panjang. Sehingga harganya jadi murah. Kalau ada pabrik di Jember, harga bisa lebih stabil dan petani lebih sejahtera,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh