KALIWATES, Radar Jember – Tak hanya soal rasa, menjaga kualitas dan ketahanan makanan olahan juga menjadi bagian penting dalam pelatihan Cooking Class berbasis hasil laut yang digelar Disperindag Jember, kemarin.
Salah satunya peserta dilatih cara mengatur suhu penyimpanan agar produk tetap awet tanpa bahan pengawet.
Dosen Politeknik Negeri Jember, Aulia Brilliantina yang menjadi instruktur Cooking Class mengatakan, banyak pelaku usaha kecil yang belum memahami pentingnya pengaturan suhu dalam menjaga kualitas produk makanan.
“Padahal tanpa bahan pengawet pun, olahan seperti dimsum dan bakso ikan bisa tetap awet asal disimpan dengan suhu yang benar,” tuturnya.
Ia menjelaskan, untuk produk siap jual, suhu ideal berada di kisaran 0 hingga 5 derajat Celsius.
Sedangkan untuk penyimpanan jangka panjang, produk perlu dibekukan pada suhu minus 18 derajat. Ikan merupakan bahan yang sensitif.
Kalau salah perlakuan, kualitasnya cepat turun.
Kesalahan umum yang sering dilakukan, lanjutnya, adalah membiarkan makanan berada di suhu ruang terlalu lama setelah pengolahan.
Dalam dua jam saja di suhu ruang, tekstur bisa berubah dan aroma mulai tidak sedap.
Selain suhu, Aulia juga menekankan pentingnya kebersihan wadah penyimpanan.
Produk olahan sebaiknya ditempatkan dalam kemasan tertutup rapat agar tidak terkontaminasi udara luar.
“Kemasan kedap udara membantu menjaga kelembaban dan cita rasa tetap stabil,” imbuhnya.
Ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak bergantung pada bahan kimia tambahan untuk memperpanjang umur simpan.
Menurutnya, konsumen kini justru lebih menyukai produk alami yang sehat dan segar. Kuncinya bukan di bahan pengawet, tetapi pada manajemen suhu dan kebersihan.
Pelatihan ini diharapkan bisa membuka wawasan peserta bahwa menjaga kualitas makanan tak harus dengan bahan kimia.
Cukup memahami cara penyimpanan yang tepat, produk bisa tahan lebih lama dan tetap aman dikonsumsi. (dhi/nur)
Editor : M. Ainul Budi