Radar Jember - Di lereng Sumberjambe Jember, tepatnya di Desa Rowosari, terdapat destinasi alam yang masih jarang tersentuh wisatawan luas, Air Terjun 7 Bidadari.
Dikelilingi hutan pinus dan udara pegunungan yang sejuk, tempat ini menjadi oase bagi mereka yang ingin mencari ketenangan di tengah padatnya rutinitas.
Hanya dengan tiket masuk Rp5.000 dan Parkir Rp2.000, wisatawan sudah bisa menikmati panorama alam yang asri dan udara segar khas dataran tinggi.
Lokasi wisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, cocok untuk dikunjungi bersama keluarga maupun teman di akhir pekan.
Berjarak sekitar 46 kilometer dari pusat Kota Jember, destinasi wisata Air Terjun 7 Bidadari di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, menawarkan pengalaman perjalanan yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga menghadirkan ketenangan batin.
Baca Juga: Goa Wisata Dampar di Lumajang Dipenuhi Kelelawar, Pengunjung Nekat Masuk Karena Penasaran
Dengan waktu tempuh sekitar satu jam, lokasi ini dapat dijangkau baik menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, melalui jalur yang kini tergolong aman dan nyaman.
Ada dua jalur utama menuju lokasi wisata. Jalur pertama bisa melalui Bondowoso, melewati Puskesmas Maesan, lalu mengikuti jalan ke timur menuju Sukowono hingga sampai di Rowosari.
Rute lain bisa ditempuh lewat Jalur Jember–Banyuwangi, kemudian belok ke arah Pakusari dan meneruskan perjalanan ke Desa Jatian, sebelum akhirnya tiba di kawasan Rowosari.
Setibanya di lokasi wisata, hamparan hutan pinus seluas 1,2 hektare langsung menyambut setiap pengunjung.
Suhu udara yang sejuk di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut membuat kawasan ini terasa menenangkan.
Dari area pinus, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit menuju air terjun utama. Jalurnya cukup menantang, ke bawah. Namun, sensasi trekking ringan ini justru menjadi bagian dari daya tarik utama Air Terjun ini.
Menariknya, meski disebut “7 Bidadari”, baru empat air terjun yang bisa dikunjungi secara langsung. Salah satunya menjulang megah hingga 50 meter, mengalir di antara dua tebing besar yang kokoh. Suara gemuruh air dan kesejukan pepohonan di kanan kirinya memberi sensasi menenangkan bagi siapa pun yang datang.
Baca Juga: Pemandian Patemon, Wisata Air Tertua di Jember yang Sejuk, Jernih, Murah, dan Sarat Legenda Cinta
Kenyamanan wisatawan menjadi perhatian pengelola. Di bawah teduhnya pohon pinus, terdapat kolam renang alami untuk anak-anak dan dewasa yang memanfaatkan air sumber pegunungan.
Beberapa gazebo dibangun sebagai tempat bersantai, sementara area camping ground juga disiapkan bagi pengunjung yang ingin bermalam di tengah suasana alam terbuka. Bagi penggemar fotografi, tersedia spot foto estetik dengan latar pepohonan pinus dan air terjun yang memesona.
Tak ketinggalan, pengunjung bisa mencicipi jajanan khas pedesaan di warung sederhana yang ada di sekitar lokasi. Fasilitas dasar seperti area parkir luas, musala, dan kamar mandi juga disediakan untuk menunjang kenyamanan wisatawan selama berada di kawasan ini.
Bagi yang berencana berkunjung, disarankan datang pada pagi hari wekend agar lebih leluasa menikmati keindahan alam. Hindari musim hujan karena jalur menuju air terjun bisa menjadi licin.
Jangan lupa membawa pakaian ganti, bekal makanan, serta selalu menjaga kebersihan lingkungan agar keasrian alam Air Terjun 7 Bidadari tetap terjaga.
Penulis: Muh Slamet Hariyadi
Editor : Nur Hariri