Cuaca Ekstrem Picu 7.500 Kasus ISPA di Jember, Ribuan Balita Jadi Korban, begini kondisi Dinkes Jember
Yulio Faruq Akhmadi• Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:10 WIB
HUJAN DERAS: Belakangan ini Jmeber menghadapi cuaca ekstrim, Dinkes menyebut adanya peningkatan kasus ISPA
RADAR JEMBER – Cuaca ekstrem yang melanda Jember sejak pertengahan tahun memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hingga September 2025, tercatat sedikitnya 7.500 warga terserang ISPA, sebagian besar berasal dari kelompok balita usia 0–5 tahun.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember, Akhmad Helmi Luqman, menjelaskan perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab utama meningkatnya kasus. Dalam satu hari, suhu bisa melonjak hingga 35 derajat Celcius, lalu tiba-tiba turun hujan deras disertai angin dan petir.
“Sekarang ini kita masuk ke cuaca ekstrem meskipun musim hujan. Siang bisa panas sekali, sore tiba-tiba hujan lebat dengan petir. Kondisi itu bikin daya tahan tubuh masyarakat menurun,” jelas Helmi, Selasa (28/10).
Wilayah Jember yang luas dan dikelilingi pegunungan juga memperburuk kondisi. Udara lembap dan intensitas hujan tinggi membuat penyebaran virus lebih cepat, terutama pada anak-anak.
Yang paling memprihatinkan, hampir 3.000 balita menjadi pasien ISPA sepanjang tahun ini. Sementara pada usia dewasa, kasusnya tidak sebanyak itu.
“Yang bahaya itu usia 0 sampai 5 tahun. Flu-nya sekarang lebih panjang. Kalau dulu satu minggu sembuh, sekarang bisa dua minggu dan kadang belum pulih betul,” ujarnya.
Meski begitu, Dinkes mencatat tren kasus mulai menurun memasuki Oktober. Helmi memastikan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis di seluruh Puskesmas untuk mencegah penularan lebih luas.
“Masyarakat Jember silakan periksa di Puskesmas terdekat, semuanya gratis. Jangan lupa jaga daya tahan tubuh dengan vitamin, terutama anak-anak,” imbaunya.
Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan ISPA di seluruh wilayah dan mengoptimalkan tenaga medis untuk menghadapi potensi peningkatan kasus di puncak musim hujan mendatang.(yul)