Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sarasehan Museum Telu Tekankan Perlindungan Koleksi dari Pembajakan Digital dan Eksploitasi Budaya

Dwi Siswanto • Jumat, 24 Oktober 2025 | 01:03 WIB
BERSAMA LESTARIKAN WARISAN: Para narasumber Dr Asri Sundari (kiri) dan Dr Nuzulia dalam sarasehan di Museum Telu, Minggu (19/10).
BERSAMA LESTARIKAN WARISAN: Para narasumber Dr Asri Sundari (kiri) dan Dr Nuzulia dalam sarasehan di Museum Telu, Minggu (19/10).

Radar Jember - Di tengah derasnya arus digitalisasi dan eksploitasi karya budaya, para pelaku museum di Kabupaten Jember sepakat bahwa perlindungan terhadap warisan budaya menjadi keharusan.

Kesadaran itu terbangun dalam sarasehan yang digelar di Museum Telu, Minggu (19/10) kemarin.

Dalam suasana hangat, para pengelola museum dari 12 lembaga di Jember duduk bersama membahas dua hal penting: Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Perkembangan Budaya Indonesia.

Sarasehan ini digelar sekaligus memperingati Hari Museum Nasional 2025.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Jember, Dr Nuzulia Kumala Sari, menegaskan bahwa perlindungan HKI bukan hanya penting bagi seniman atau pencipta lagu, tetapi juga bagi museum.

“Koleksi museum adalah wujud karya intelektual dan budaya yang harus dilindungi dari eksploitasi komersial maupun pembajakan digital,” tegasnya.

Menurut Nuzulia, pengakuan atas hak cipta dan perlindungan kekayaan intelektual menjamin karya dan warisan budaya tetap dihargai serta dilestarikan.

Ia menjelaskan, beberapa jenis HKI yang relevan untuk museum antara lain hak cipta, merek dan indikasi geografis, desain industri, serta rahasia dagang.

“Semuanya berperan melindungi karya, identitas, hingga teknik konservasi yang bernilai tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Dr Asri Sundari dari Sanggar Mustika Budaya Jember mengingatkan kembali fungsi utama museum sebagai penyimpan warisan budaya.

“Museum menjadi tempat menjaga benda bersejarah dan artefak agar tidak hilang dimakan waktu. Nilai budaya itu bisa terus dipelajari oleh generasi kini dan mendatang,” ujarnya.

Sarasehan yang juga dihadiri narasumber dari perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember.

Pembina Yayasan Lima Cahaya Berkah Nusantara, Priwahyu Hartanti, selaku tuan rumah kegiatan menambahkan, pertemuan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi antarmuseum.

“Sarasehan ini pertama kalinya kami semua berkumpul. Harapannya bisa membuka ruang inovasi dan keberlanjutan museum di masa depan,” ujarnya.

Kegiatan bertajuk “Museum untuk Generasi Masa Depan: Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan” ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi museum sebagai penjaga identitas dan jati diri bangsa di era modern. (dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Museum Telu