SIDOARJO, Radar Jember - Proses pemulangan santri korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo terus dilakukan dilakukan.
Hingga berita ini ditulis (11/10) tiga santri asal Jember yang menjadi korban dalam peristiwa nahas itu telah dipulangkan ke daerah masing-masing. Dua di antaranya tercatat sebagai santri asal Kecamatan Bangsalsari.
Berdasarkan rilis resmi Polda Jawa Timur, Jumat (10/10), tiga kantong jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI terdiri dari dua jenazah dan satu body part. Identitas pertama adalah Moh Alfin Mutawakkilallah, 17, asal Bangkalan.
Baca Juga: Menilik Proses Hukum Ambruknya Ponpes Al Khoziny: 17 Saksi Diperiksa hingga Naik Status Penyidikan
Identitas kedua adalah Muhammad Iklil Ibrahim Al Aqil, 15, asal Dusun Tegal Gebang, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari.
Sementara satu body part lainnya teridentifikasi sebagai Mochammad Haikal Ridwan, 14, juga asal Bangkalan.
Dengan teridentifikasinya tiga korban ini, jumlah total jenazah yang berhasil diidentifikasi menjadi 50 dari 67 kantong jenazah yang diterima tim gabungan.
Proses identifikasi dilakukan menggunakan kombinasi metode medis, gigi, dan DNA.
Di Jember, suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban di Bangsalsari. Sejak pagi, warga berdatangan untuk ikut melayat dan memberikan dukungan kepada keluarga.
Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny Jadi Pelajaran, Kemenag Jember Perketat Asesmen Keamanan Pesantren
Muhammad Iklil Ibrahim Al Aqil dikenal sebagai santri teladan di kampungnya. Ia berangkat ke Sidoarjo untuk memperdalam ilmu agama sejak awal tahun ini. Pemakaman dilakukan di TPU setempat dengan pengawalan dari pihak desa dan kecamatan.
Sebelumnya, pada 2 Oktober lalu, santri selamat atas nama Moh Fathuer Ramadhani juga telah dipulangkan ke Jember dan dirujuk ke RSD Balung untuk menjalani perawatan medis.
Di hari yang sama, jenazah Rafi Catur Okta Mulya juga dipulangkan dan langsung dimakamkan di Tanggul. Artinya, hingga saat ini sudah ada tiga jenazah santri asal Jember yang dipulangkan dari lokasi ponpes.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Imam Firdausi membenarkan pemulangan dua santri asal Jember sebelumnya ditangani langsung oleh tim dinas kesehatan.
“Untuk pemulangan tiga jenazah yang baru teridentifikasi ini kami tidak mendapat informasi. Prosesnya dikabarkan dilakukan oleh pihak swasta,” katanya.
Pemkab Jember sebelumnya juga telah menyiagakan fasilitas kesehatan untuk menerima rujukan para santri asal Jember yang menjadi korban maupun selamat dari musibah tersebut.
Imam memastikan koordinasi lintas instansi terus berjalan untuk memastikan keluarga korban mendapat pendampingan.
Musibah robohnya bangunan ponpes Al Khoziny terjadi pada akhir September lalu. Ratusan santri dari berbagai daerah di Jawa Timur menjadi korban, termasuk puluhan asal Jember.
Pemerintah daerah kini juga tengah mendata ulang jumlah santri asal Jember yang masih berada di ponpes tersebut.
Data ini penting untuk memastikan pemulangan korban, penanganan medis, serta pendampingan sosial bagi keluarga terdampak.
Editor : M. Ainul Budi