Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Nelayan Cemas! Pemecah Ombak Pantai Payangan Jember Kembali Ambrol Meski Sudah Diperbaiki Dua Kali

Jumai RJ • Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:30 WIB
KEMBALI AMBROL: Breakwater atau pemecah ombak di Pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu yang kembali ambrol akibat hantaman ombak.
KEMBALI AMBROL: Breakwater atau pemecah ombak di Pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu yang kembali ambrol akibat hantaman ombak.

Radar Jember – Pembangunan breakwater atau pemecah ombak di Pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kembali ambrol setelah diterjang ombak besar.

Padahal, proyek ini menghabiskan dana cukup besar dari APBD Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.

Proyek pemecah ombak tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp33,9 miliar, bertujuan agar para nelayan dapat keluar dan masuk plawangan dengan aman.

Namun, kondisi breakwater yang sebelumnya sudah sempat diperbaiki itu kini rusak lagi akibat hantaman ombak selatan yang terus menerus menggempur tumpukan batu dan segitiga beton penahan gelombang.

Tak hanya bagian utama yang rusak, pengaman di sekitar Gunung Samboja juga ikut ambrol.

Warga setempat, Parto, menuturkan bahwa kerusakan serupa sudah pernah terjadi sebelumnya.

“Pernah putus menjadi dua bagian, sehingga tumpukan batu di proyek itu banyak yang terbawa ombak dan berserakan. Kemudian dilakukan perbaikan untuk yang kedua kalinya, itu pun tidak bertahan lama,” katanya.

Kini, batu-batu besar dan beton pengaman yang sebelumnya tersusun rapi tampak berserakan di tepi pantai.

“Ini akibat terus-menerus dihantam ombak yang besar,” ujar Parto.

Hal senada diungkapkan Samsul Hadi, warga Balung, yang datang berwisata bersama keluarga dan terkejut melihat kondisi pemecah ombak yang kembali rusak.

“Padahal sebelumnya juga pernah putus saat proses pemasangan dan sempat diperbaiki lagi. Sekarang sudah mulai rusak lagi,” ucapnya.

Menurutnya, kerusakan breakwater itu berpotensi membahayakan aktivitas nelayan yang keluar masuk plawangan.

“Apalagi pembangunan breakwater itu memakai dana yang cukup besar, mencapai puluhan miliar. Tetapi kondisinya ambrol lagi,” katanya.

Samsul berharap pemerintah lebih memperketat pengawasan terhadap proyek-proyek berskala besar seperti ini agar kualitas bangunan lebih terjamin dan berumur panjang. (jum/c2/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Watu Ulo #Pemecah Ombak #Pantai Payangan #Plawangan #breakwater