Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sirene BPBD hingga Korban Ditandu, Begini Detik-Detik Simulasi Gempa di Bintoro Jember

Sidkin • Rabu, 1 Oktober 2025 | 13:15 WIB

 

DITANDU: Personel BPBD dan Destana menangani korban dalam simulasi bencana di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, kemarin.
DITANDU: Personel BPBD dan Destana menangani korban dalam simulasi bencana di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, kemarin.

Radar Jember - Jeritan warga pecah di tengah lapangan Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, kemarin.

Mereka berlari, berusaha menembus barisan polisi yang menahannya, sambil memanggil-manggil nama anggota keluarganya yang menjadi "korban" simulasi gempa bumi.

Jeritan tangisnya menggema. Beberapa warga lain ikut terisak, mereka adalah keluarga korban yang putus asa mencari kabar.

Dalam kepanikan itu, anggota Desa Tangguh Bencana (Destana) sigap menjaga agar suasana tetap terkendali.

Di sudut lain, empat orang terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Ada yang mengalami luka memar, ada pula yang patah tulang.

Mereka dibaringkan di tandu darurat, menunggu pertolongan medis datang.

Seorang anggota Destana segera melaporkan kondisi tersebut ke Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

Tak lama, suara sirine BPBD dan ambulans desa terdengar mendekat.

Kedatangan ambulans membawa kelegaan, sekaligus jadi detik-detik penting dalam penanganan bencana.

Petugas medis puskesmas bersama BPBD langsung memeriksa korban, memasang bidai pada bagian tubuh yang patah, hingga memberikan pertolongan pertama.

Kepala dusun yang hadir di lokasi segera melaporkan kondisi terkini kepada pihak desa dan Pusdalops.

Meski hanya simulasi, ketegangan nyata terasa.

Setiap langkah evakuasi jadi gambaran bagaimana warga harus bertindak ketika bencana dan pascabencana sesungguhnya terjadi.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember Maryani menegaskan, simulasi ini jadi puncak rangkaian kegiatan kesiapan penanggulangan bencana Destana Kelurahan Bintoro.

Ini hari kedua kegiatan itu digelar.

Sebelumnya, seluruh anggota Destana dan unsur pemerintahan seperti desa dan puskesmas menerima materi kesiapsiagaan bencana.

“Kami melaksanakan simulasi yang langsung bisa dipraktikkan oleh para pengurus, warga serta unsur dari Kelurahan Bintoro," ujar Yani, kemarin.

Menurutnya, Destana diproyeksikan menjadi garda terdepan penanganan saat bencana terjadi.

Tentu harapannya mereka tidak panik.

Sehingga bisa menjadi penolong pertama bagi diri sendiri, keluarga, dan tetangganya maupun warga lingkungan.

Dalam pelatihan ini, tenaga medis dari Puskesmas Banjar Sengon juga memberikan praktek pertolongan kepada korban.

Mereka mengajarkan cara menangani luka terbuka, patah tulang, hingga memberikan bantuan resusitasi jantung paru bagi korban yang mengalami henti napas.

Peserta diminta langsung mencoba, agar tidak sekadar paham teori.

"Harapan kami, masyarakat semakin sadar dan siap siaga ketika bencana terjadi," pungkasnya. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#BPBD Jember #Jember #destana #bintoro #simulasi gempa