Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Saat Hujan Licin, Saat Panas Berdebu: Proyek Jalan Rambipuji–Puger 80 Persen, Ini Kata DPUBM Jatim

Yulio Faruq Akhmadi • Jumat, 26 September 2025 | 13:00 WIB
DEBU PEKAT: Para pengendara yang melintasi jalan Rambipuji-Balung harus ekstra sabar karena harus berjibaku dengan debu. Di lokasi, antrean panjang juga sering terjadi karena ada perbaikan jalan.
DEBU PEKAT: Para pengendara yang melintasi jalan Rambipuji-Balung harus ekstra sabar karena harus berjibaku dengan debu. Di lokasi, antrean panjang juga sering terjadi karena ada perbaikan jalan.

Radar Jember - Para pengendara yang melintas di ruas jalan Rambipuji-Puger mesti ekstra bersabar.

Saat ini, jalur tersebut masih dalam tahap proyek rigid pavement (pemasangan beton).

Jalur sisi barat, dari arah Balung menuju Rambipuji ditutup total selama pengerjaan.

Praktis, kendaraan dari dua arah harus bergantian memakai jalur sisi timur.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, arus lalu lintas dari kejauhan tampak lengang.

Namun, begitu memasuki area proyek, antrean kendaraan langsung terlihat mengular.

Panjang antrean bisa mencapai ratusan meter.

Mobil dan truk harus menunggu giliran lewat selama 5–10 menit, bergantung padat tidaknya kendaraan.

Sementara itu, kendaraan roda dua memang diperbolehkan melintas tanpa antre.

Tetapi, bukan berarti pengendara motor bisa bernapas lega.

Mereka justru harus berjibaku dengan debu pekat yang beterbangan.

Banyak pengendara tampak menutup hidung dan mulut dengan lengan karena tak membawa masker.

Debu juga kerap membuat mata kelilipan, sehingga menambah risiko perjalanan.

Apalagi, kondisi jalan di area proyek bergelombang dan berbatu, membuat pengendara motor rawan kehilangan keseimbangan.

Warga setempat Alif Zakariya, mengatakan kondisi debu semakin parah jika tidak turun hujan.

“Kalau ada hujan masih mendingan. Tapi kalau tidak, debunya parah sekali. Seharusnya ada penyiraman dari petugas, tapi sampai sekarang tidak ada,” ujarnya.

Namun, saat air hujan menggenang jalanan setempat menjadi licin karena jalan yang belum diperbaiki dan kondisinya seperti jalan makadam.

Meski begitu, Alif menilai, arus lalu lintas yang di lokasi proyek masih bisa ditoleransi.

Sebab, ada sejumlah relawan yang membantu mengatur arus kendaraan.

“Setahu saya, relawan berjaga dari pagi sampai sekitar jam 8 malam. Mereka yang mengatur kapan kendaraan boleh jalan bergantian,” tutur warga Dusun Kidul Pasar, Desa/Kecamatan Rambipuji itu.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Provinsi Jawa Timur untuk proyek tersebut, Yonandika Pandu menyampaikan pihaknya tidak menampik pekatnya debu dalam proyek tersebut menjadi tantangan.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Pandu pihaknya telah melakukan penyemprotan rutin dengan water tanker.

“Upaya meminimalisasi sudah dilakukan dengan penyemprotan rutin minimal sekali sehari,” tuturnya.

Dia melanjutkan, progres proyek tersebut telah mencapai 80 persen dan ditargetkan bisa dilalui bulan depan.

Sementara hingga kini, rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup arus masih dilakukan.

“Saat ini kami menerapkan rekayasa lalu lintas buka tutup, targetnya bulan oktober sudah bisa dilalui,” tutupnya. (yul/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Perbaikan Jalan #Rambipuji Puger Jember #dpubm jatim