Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Miris! 30 Persen Anak Jember Alami Stunting, PDIP Turunkan Kader Perempuan untuk Atasi Krisis

Sidkin • Selasa, 23 September 2025 | 14:15 WIB
DILATIH: Pelatihan kader penggerak percepatan penurunan stunting di kantor PDIP Jember.
DILATIH: Pelatihan kader penggerak percepatan penurunan stunting di kantor PDIP Jember.

Radar Jember – Kabupaten Jember masih dibayangi tingginya angka stunting atau tengkes yang mengancam tumbuh kembang anak.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jember mencapai 30 persen.

Bahkan disebutkan, enam persen di antaranya tergolong sangat parah.

Kondisi ini membuat DPC PDIP Jember merasa terpanggil untuk turun tangan.

Kecamatan Sukorambi pun dipilih sebagai proyek percontohan penanganan stunting.

Langkah awal dimulai dengan pelatihan 60 kader perempuan di kantor DPC PDIP Jember, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Sabtu (20/9) lalu.

Mereka berasal dari lima kecamatan, yakni Sukorambi, Sumbersari, Pakusari, Patrang, dan Arjasa.

Setelah pelatihan, para kader dibekali sertifikat dan langsung diterjunkan ke masyarakat untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kader tidak bisa berjalan sendiri, harus menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama,” jelas Sekretaris DPC PDIP Jember, Widarto.

Sukorambi dipilih sebagai wilayah prioritas karena memiliki banyak remaja putri yang rentan menjadi sumber stunting.

Faktor ekonomi, pendidikan, hingga pernikahan dini menjadi penyebab yang harus segera dicegah.

Para kader akan melakukan pendataan detail mengenai jumlah remaja putri dan kondisi mereka.

“Kami ingin menutup sumber-sumber penyebab stunting, bukan hanya mengobati dampaknya,” ujar Widarto.

Upaya ini tidak dilakukan sendirian.

Kader penggerak akan bekerja sama dengan puskesmas, kader posyandu, dan tokoh masyarakat.

Pendekatannya dilakukan dari hulu, yakni pencegahan, agar generasi berikutnya tidak lagi terjerat persoalan stunting.

Menurut Widarto, stunting bukan sekadar soal gizi, tapi masa depan anak-anak Jember.

Dia menegaskan, program ini merupakan implementasi pesan Ketua Umum PDIP bahwa politik adalah soal kehidupan.

Melalui penggerakan kader, partai ingin membuktikan kontribusinya untuk masyarakat, terutama generasi muda.

“Harapan kami, anak-cucu kita semua tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki pendidikan yang baik,” tambah pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jember itu.

Meski hasilnya tidak bisa instan, PDIP Jember yakin langkah ini akan memberi dampak jangka panjang.

Pilot project di Sukorambi akan menjadi pijakan awal sebelum meluas ke kecamatan lain.

Bagi PDIP Jember, menurunkan angka stunting bukan hanya kerja teknis, melainkan juga tanggung jawab moral.

“Ini tentang masa depan Jember, tentang generasi kita ke depan,” pungkasnya. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Stunting #DPC PDIP #SSGI