Radar Jember - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jember menggelar aksi demonstrasi menuntut pencopotan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.
Aksi dimulai di depan gedung DPRD Kabupaten Jember, Sabtu (30/8), lalu berlanjut dengan long march menuju Polres Jember.
Massa datang dengan membawa bendera organisasi, poster, dan spanduk bertuliskan tuntutan.
Mereka berorasi lantang di depan gedung DPRD, menyoroti tragedi kematian driver ojek online Affan Kurniawan yang dilindas mobil taktis Brimob.
Dalam pernyataan sikap, mahasiswa menyampaikan lima poin tuntutan. Pertama, pencopotan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.
Kedua, menuntut pelaku dihukum sesuai Pasal 338 RKUHP dengan proses hukum yang transparan.
Ketiga, pencabutan jabatan delapan oknum yang terlibat.
Keempat, reformasi menyeluruh di tubuh Polri.
Kelima, mengecam keras penanganan aksi massa yang dinilai tidak sesuai prosedur.
Mahasiswa, Umam menegaskan, aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap korban sekaligus koreksi terhadap institusi kepolisian.
“Kami hadir bukan sekadar untuk marah, tetapi untuk menuntut perubahan nyata di tubuh Polri. Polisi seharusnya mengayomi, bukan melukai,” tegasnya.
Baca Juga: Viral! Seruan Kumpulkan Bukti Kekerasan Aparat Usai Demo di Malang
Usai berorasi di depan gedung DPRD, ratusan mahasiswa bergerak dengan long march menuju Polres Jember.
Sepanjang perjalanan, mereka meneriakkan yel-yel menuntut keadilan dan mengajak masyarakat ikut mengawasi jalannya kasus Affan. (dhi)
Editor : M. Ainul Budi