SIDOMULYO, Radar Jember – Penutupan jalur nasional Jember–Banyuwangi akibat perbaikan jalan berdampak besar bagi warung dan kafe di sepanjang Gumitir.
Sejumlah tempat kuliner yang biasa jadi persinggahan, seperti Café Gumitir, Warung Khokap, Warung Puncak Gumitir/Watu Gudang, hingga warung-warung di Kalibaru, kini sepi pengunjung.
Paling terasa di Café Gumitir yang dikelola PTPN 1 Regional 5 Kebun Gunung Gumitir.
Lokasinya yang strategis di tepi jalan raya selama ini tak pernah sepi pengunjung, baik rombongan dari Jember maupun Banyuwangi yang ingin sekadar melepas penat sambil ngopi.
Kini, sejak Gumitir ditutup, kafe itu ikut menutup operasional.
“Tidak ada kendaraan besar maupun roda dua yang lewat. Semua dialihkan ke jalur Pantura atau jalur alternatif,” ujar Alimin, Manajer PTPN 1 Regional 5 Kebun Gunung Gumitir.
Penutupan itu membuat sekitar 30 karyawan cafe kehilangan aktivitas tetap. Namun, mereka masih bisa bekerja di kebun sebagai pemetik kopi.
“Alhamdulillah, masih ada pekerjaan alternatif di afdeling. Jadi meski cafe tutup, karyawan tetap bisa kerja,” tambah Alimin.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Jember, kursi-kursi di teras cafe sudah ditumpuk miring agar tidak kotor.
Daun-daun kering mulai menumpuk di halaman, sementara portal dipasang di pintu masuk. Seorang petugas tampak berjaga di pos depan.
Penutupan jalur Gumitir di tikungan Mbah Singo dilakukan demi keselamatan.
Jalan rusak di lokasi itu kerap memicu kecelakaan, terutama bagi truk bermuatan berat.
“Perbaikan ini demi kepentingan banyak orang. Jadi sementara, cafe memang harus istirahat,” pungkas Alimin.
Editor : M. Ainul Budi