Radar Jember - Angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB) di Jember cukup tinggi.
Ini mengharuskan pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah cepat guna menanganinya.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pemerintah daerah harus hadir penuh, mengawal mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga balita.
Hal itu ia tegaskan saat melayat ke kediaman keluarga Luluk Ul Karomah, warga Desa/Kecamatan Sumberbaru, Selasa (26/8).
Mendiang Luluk merupakan guru yang meninggal dunia saat proses persalinan putranya, Kamis malam (14/8).
"Beliau berpulang di malam Jumat, insyaallah syahidah, meninggalkan teladan pengabdian sekaligus doa kebaikan untuk keluarga yang ditinggalkan," kata Bupati Fawait, saat takziah ke kediaman keluarga.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa almarhumah.
Gus Fawait, sapaannya, juga mengirimkan doa dan menghibur salah satu anak dari keluarga almarhumah.
Seusai takziah, Gus Fawait menegaskan Pemkab Jember ke depan yang harus lebih baik lagi dalam mengantisipasi angka kematian ibu di Jember ini.
Ia seketika memanggil kepala Dinas Kesehatan, semua direktur RSD, dan beberapa OPD terkait, untuk segera berkoordinasi, merancang Program Jember Darurat Angka Kematian Ibu.
Gus Fawait juga mengaku ingin menerjunkan seribu nakes ke desa-desa, termasuk dokter, untuk penanganan AKI-/KB ini.
"Syukur-syukur dokter obgyn juga. Supaya nanti didata, dikawal periksa setiap bulan, ke dokter. Dan lahirannya pun dipantau dan harus di tempat semestinya, ke rumah sakit daerah," harapnya.
Ia menegaskan bahwa meninggalnya Luluk saat proses persalinan itu harus menjadi alarm penting untuk semua.
Ia memastikan, pemkab terus berkomitmen memperkuat kualitas layanan kesehatan, khususnya untuk ibu dan anak.
"Harapannya, tidak ada lagi keluarga yang kehilangan karena tingginya angka kematian ibu dan bayi. Semoga langkah kecil ini menjadi ikhtiar bersama demi keselamatan ibu dan anak-anak kita di Jember," tutup Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh