AJUNG, Radar Jember - Bandara Notohadinegoro Jember dijadwalkan mulai melayani penerbangan reguler pada awal September 2025 ini dengan rute barunya, Jember Jakarta, melalui Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.
Penerbangan ini membuka konektivitas Jember semakin terbuka untuk pariwisata maupun roda perekonomian.
Meski begitu, pemerintah daerah mengakui reaktivasi bandara ini menyisakan ragam pekerjaan rumah yang akan terus digarap.
"Awal-awal memang tidak langsung ideal, wajar, paling tidak sudah kita mulai, kita buktikan. Kita buka Jember dari keisolasian di mata wisatawan dan investor," kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, menegaskan keseriusan reaktivasi bandara tidak sekedar melayani penerbangan ke jantung ibukota.
Ia berencana melakukan peremajaan untuk bandara yang kini di berada di tanah milik PTPN tersebut.
"Bandaranya pasti juga akan kita sentuh. Kita kembangkan sambil berjalan, meminta bantuan pemerintah pusat, setelah beberapa infrastruktur prioritas kita selesai. Target kami, tahun 2027 bandara kita perbesar, beserta akses dan jalannya," tambah Gus Fawait.
Terpisah, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menilai bahwa reaktivasi bandara Jember bagian dari lompatan besar bupati di bidang infrastruktur.
Menurut dia, selama ini pemerintah daerah cukup aktif melobi-lobi pusat untuk pembangunan Jember.
Sejak awal kepemimpinan Bupati Fawait dan Wabup Djoko Susanto menjabat, hal itu, kata Halim, dibuktikan dengan banyaknya lawatan menteri dan wakil menteri ke Jember, melakukan kunjungan kerja sekaligus menyalurkan program atau bantuan.
Meski belum sepenuhnya pada posisi ideal, Halim mengharap dukungan semua elemen terus mengalir untuk pembangunan Jember.
Terlebih, perihal pengembangan bandara ini disebutnya akan masuk dalam Rancangan APBD 2026.
"Mayoritas semua kementerian sudah kita masuki, ini bagian dari ikhtiar, dan kita harus optimistis, melihatnya nanti di postur APBD 2026. Kalau sekarang ini baru tahap usulan," jelas Halim. (mau/nur)
Editor : M. Ainul Budi