Radar Jember – Dibukanya rute penerbangan Jember–Jakarta membuka peluang besar bagi peningkatan kunjungan wisata ke Kota Suwar-Suwir, Jember.
Sejumlah pengelola wisata pun mulai bersiap, seperti Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember.
Administratur Perhutani KPH Jember Eko Teguh Prasetyo menegaskan pihaknya tak ingin ketinggalan menyambut rute penerbangan baru Jember–Jakarta.
Sebagai pihak pengelola wisata alam, termasuk Pantai Papuma, pihaknya mengaku berupaya meningkatkan pelayanan.
“Selain Papuma yang dikelola anak perusahaan Perhutani. Kami juga berencana mengembangkan wisata baru dan membenahi destinasi yang selama ini kurang dikenal, misalnya Air Terjun Tujuh Bidadari,” jelasnya.
Sementara itu, Assistant Manager Site Pantai Papuma Adi Suponco menambahkan, pihaknya menyambut gembira pembukaan jalur udara Jember–Jakarta.
Menurut dia, PT Palawi sebagai anak perusahaan Perhutani memiliki pengalaman mengelola berbagai destinasi di luar daerah.
Seperti Pulau Merah dan Jawatan, Benculuk, di Banyuwangi.
“Dengan begitu ada koordinasi lintas wilayah untuk saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan wisata alam,” kata Ponco.
Ia mengakui, potensi meningkatnya kunjungan wisatawan ke Papuma juga akan membawa tantangan baru.
Salah satunya soal keamanan dan pengawasan.
“Risikonya kan dengan alam, jadi kami harus waspada. Pengawasan terhadap pengunjung yang semakin ramai harus lebih diperketat,” ujarnya.
Saat ini, Papuma dijaga lima petugas lapangan, ditambah 16 tenaga lainnya yang bertugas di loket, kebersihan, serta tim SAR laut untuk keamanan.
Selain itu, Ponco mengungkap, kebersihan menjadi pekerjaan rumah tersendiri saat jumlah wisatawan meningkat.
Untuk itu, pihaknya menggandeng pedagang sekitar dalam menjaga kebersihan kawasan.
“Setiap Jumat kami jadwalkan kerja bakti bersama. Pedagang dan masyarakat sekitar ikut terlibat agar Pantai Papuma tetap bersih,” terangnya. (yul/dwi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh