Radar Jember - Jember boleh bangga atas segudang prestasi yang diraih.
Tapi di satu sisi, kabupaten ini kurang siap dalam mengatasi kebakaran.
Bukan dari segi SDM-nya, melainkan sarana dan prasarana yang dimiliki cukup terbatas.
Upaya Pemkab Jember dalam melakukan tugas penyelamatan saat terjadinya kebakaran tampaknya tidak berjalan mulus.
Hal itu lantaran keterbatasan armada yang digunakan oleh UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Jember belum ideal.
Saat ini, Jember hanya punya 6 armada truk pemadam kebakaran yang dipakai untuk menangani kebakaran di 31 kecamatan.
Jumlah armada yang pas-pasan itu tentu berpengaruh terhadap penanganan kebakaran.
Lebih-lebih, tak sedikit kasus kebakaran yang jaraknya jauh antara posko dengan lokasi kebakaran.
Penanganan pun bisa dibilang sering telat, karena terlalu jauh.
Ini bisa dilihat dalam grafis lokasi posko damkar.
Sementara di kecamatan lain, harus mengandalkan mobil damkar yang ada di posko itu.
Untuk itu, keberadaan mobil damkar yang hanya 6 unit–dengan kondisi lima unit sudah tua dan satu unit masih baru–perlu solusi konkret.
Seperti pengadaan mobil damkar dan pendirian posko baru, sehingga pemetaan wilayah lebih dekat lagi dengan posko damkar.
Kepala Satpol PP Jember Bambang Rudianto mengatakan, mobil damkar yang tersedia hanya 6 unit.
Itu pun yang benar-benar kondisinya layak hanya satu unit.
Sisanya sudah rusak.
"Yang masih sangat layak hanya satu yang ada di Posko Kalisat, dan lima lainnya ini sudah waktunya untuk regenerasi (pengadaan baru, Red)," katanya, saat ditemui di Pendapa Wahyawibawagraha Jember (11/8).
Ia mengungkapkan, lima armada damkar sudah uzur itu telah beroperasi 10 tahun lebih, menyulitkan untuk perawatan.
Selain itu, 5 armada ini juga memiliki kapasitas tangki air yang berbeda-beda.
Dua armada di antaranya berkapasitas 5 liter lebih, tiga lainnya 3 ribu liter lebih.
Lebih lanjut, Rudi membenarkan saat mobil damkar melakukan pemadaman kejadian kebakaran pasar, di Pasar Karang Duren, Desa Karang Duren, Kecamatan Balung, beberapa hari lalu (7/8), sempat terjadi masalah.
Sepulang petugas menjinakkan si jago merah dari Damkar Posko Rambipuji, mobil damkar tersebut mogok.
Sehingga harus diderek dari armada yang dikerahkan dari Posko Damkar Ambulu.
"Ternyata yang dari Ambulu ini mobil damkarnya juga trouble di remnya, blong," kata Rudi.
Kendala tak terhenti di situ.
Beberapa hari kemudian, Minggu malam (10/8), petugas damkar juga sempat terkendala ketika melakukan penyelamatan pemadaman saat terjadinya kebakaran di Desa Darsono, Kecamatan Arjasa.
Lagi-lagi mobil pengangkut air itu mogok sebelum tiba di tempat kejadian perkara (TKP) lantaran bermasalah di bagian mesin.
"Saat itu, mestinya dari kecepatan kita maksimal 15 menit sudah nyampe di TKP kebakaran, jadinya lebih dari 15 menit," bebernya.
Rudi menegaskan, kondisi armada damkar yang sudah bobrok itu memang perlu pengadaan baru demi memastikan misi penyelamatan tanpa kendala armada.
Ia mengaku telah mengajukan permohonan penambahan armada.
Baik ke pemerintah daerah maupun memohon bantuan ke pemerintah pusat agar Jember memperoleh tambahan armada damkar baru.
“Ini memang perlu disikapi bersama. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, sudah ada regenerasi mobil damkar yang baru," imbuh mantan kepala Disparbud Jember ini. (mau/nur)
KEKUATAN DAMKAR DAN KEBAKARAN DI JEMBER 2025:
- Damkar Jember hanya punya 5 unit mobil Damkar.
- Posisi keberadaan mobil damkar:
* Dua unit di Mako Jember
* Satu unit di Rambipuji
* Satu unit di Kalisat
* Satu unit di Ambulu
- Empat kendaraan sudah tua, satu yang baru di Kalisat.
- Jumlah kebakaran selama 2025 (Sejak Januari sampai Juli, atau sampai 17 Agustus belum dijelaskan).
SOLUSI KONKRET:
# Butuh tambahan unit mobil damkar dan pendirian posko baru.
SUMBER: Diolah dari berbagai sumber.
Editor : Imron Hidayatullahh